Trip Report NPM V53 Solok-Jakarta (Bagian 2), Kumpulkan KTP di Jalan Tol

Trip Report NPM V53 Solok-Jakarta, Kumpulkan KTP di Jalan Tol
Bus NPM V53 di rumah makan Wisata Minang, Kalianda Lampung
Setelah pemeriksaan oleh petugas di terminal Palembang dan penumpang mendapat tawaran pempek dari pedagang asongan, bus NPM V53 yang berangkat dari Payakumbuh kembali melanjutkan perjalanan meninggalkan kota dengan ikon sungai Musi ini.
Salah satu sudut kota Palembang dipotret dari bus yang sedang melaju

Kemudi kembali dipegang sopir satu sejak usai salat Subuh di Betung, Sabtu (6/11). Dengan tenang NPM V53 melintas jembatan panjang yang dibawahnya banyak terdapat kapal ukuran sedang hingga tongkang. Dipinggir sungai juga terlihat parkir kereta api dengan gerbong Batu Bara, mungkin dari Tambang Bukit Asam.

Pukul 07.52 WIB bus NPM V53 masuk gerbang tol Kramasan, mulailah bus yang penumpangnya full seat ini menikmati jalan yang mempercepat jarak tempuh Sumatera – Jawa.

Walau tak tahu pasti berapa kecepatannya, dari beberapa kali pengereman dan bias cahaya saat mencoba memotret beberapa objek diluar, terasa kalau lari bus sesuai standar jalan tol.

gerbang tol Kmarasan

Saat menikmati laju bus yang sesekali disela suara khas dari suspensinya, ada bus ANS yang mendahului. Sebagai sesama armada dari Minang, keduanya tetap saling sapa dengan klakson.

Sampai di gerbang tol Kayu Agung pukul 08.18 WIB, kembali ANS Patriot menyapa dari samping kanan saat sama-sama masuk pintu tol. Lambaian tangan dari awak bus dan alunan klakson jadi lambang persaudaraan, meski beda perusahaan.

Tak lama melaju, arus melambat di tol ini. Ternyata ada kecelakaan 2 unit truk, SuhaNews yang hendak menjepretnya terhalang oleh gorden dari penumpang yang duduk di seat kiri yang melindungi dirinya dari terpaan panas pagi.

Bus menepi di KM 244+200 dan pengemudi kembali berganti pukul 09.11 WIB. Alasanya, saat mengemudi di jalan tol apalagi pagi dengan terpaan sinar matahari, membuat mata cepat lelah dan beresiko jika dipaksakan. Ini yang menjadi alasan awak bus ini.

Tak lama kemudian, kernet yang dalam bahasa Minang juga disebut Stokar atau Cingkariak mengumpulkan KTP penumpang untuk rapid antigen sebagai salah satu syarat untuk menyeberang ke pulau Jawa melalui pelabuhan Bakauheni.

BACA JUGA  Tim Wasev Puji Pelaksanaan TMMD/N di Nagari Panyalaian, Tanah Datar

Sepanjang tol Palembang -Lampung ini kita disuguhi pemandangan hamparan sawah dan perkebunan yang didominasi oleh Karet. Ada juga rawa yang pagi pagi itu dipenhi oleh Bangau beterbangan, sebuah pemandangan yang alami.

Namun karena bus melaju kencang, saat di potret pemandangan ini tidak bisa diabadikan, hasilnya blur.

Pukul 11.29 WIB bus keluar di gerbang tol Kalianda menuju rumah makan Wisata Minang untuk beristirahat sekaligus makan siang. Selang 15 menit kemudian, NPM V53 sampai di rumah makan Wisata Minang.

Penumpang dipersilahkan untuk salat, makan kemudian baru menjalani rapid antigen yang dilakukan oleh tim dari Klinik Bhayangkara yang membuat posko di rumah makan Wisata Minang tersebut.

Makan kali ini, lumayan banyak pilihan. Aneka masakan Padang menggungah selera muli dari aneka lauk yang digoreng hingga Gulai Paruik. Yang paling menggugah selera adalah Kalio Jariang plus kerupuk ubi balado.

Baca Juga :

Tak lama setelah V53 sampai di rumah makan ini,disusul bus NPM lainnya. Kedatangan disambut pengeras suara dari rumah makan seraya mengarahkan penumpang yang ingin ke kamar mandi, ke musala atau makan.

KTP yang tadi dikumpulkan saat bus masih melaju di tol, sudah diserahkan ke petugas kesehatan yang akan melakukan rapid antigen. Kemudian penumpang dipanggil berdasarkan nomor bus yang ditumpangi, untuk melakukan test.

Sementara itu, awak bus juga melakukan pemeriksaan kondisi bus hingga membersihkan ruang kabin agar penumpang selalu merasa nyaman.

Usai istirahat, makan hingga rapid test, penumpang kembali diminta naik dan bus segera melanjutkan perjalanan. NPM V53 meninggalkan rumah makan Wisata Minang pukul 13.08, melaju di jalan yang sedikit menanjak hingga masuk ke gerbang tol Bakauheni Utara pukul 13.24.

BACA JUGA  Sempat Tertutup, Jalur Lubuk Basung-Bukittinggi Kembali Normal

Semenjak adanya tol Lintas Sumatera dan sebagian besar kendaraan, terutama bus umum menuju berbagai kota tak lagi melewati jalur lama, serasa ada yang hilang. Diantarnya indahnya pemandangan di Tarahan.

Tanjakan Tarahan menyajikan view yang bisa menyatukan dua moda angkutan berbeda dalam satu space yang indah. Bagi pencinta fotografi ini akan menjadi satu tantangan untuk membidiknya hingga menghasilkan satu karya menarik yang menyajikan perjuangan truk hingga kendaaraan pribadi yang tengah menanjak, dan di kejauhan sana tampak kapal laut dan perahu nelayan juga tengah terbuai desiran ombak selat Sunda. Akan lebih indah kalau dijepret saat pagi atau senja menjelang.

Pemadangan Bakauheni dari Pintu Keluar tol

Semenjak ada tol, pemandangan ini hanya sedikit. Yakni ketika sudah berada di pintu keluar tol sebelum masuk pelabuhan Bakauheni. Itu pun view yang disajikan berbeda dengan yang di Tarahan, karena kalau di Bakauheni di dominasi oleh kapal Ferry untuk penyeberangan ke Merak.

Sampai di pelabuhan, NPM V53 menuju dermaga kapal executive. Di dalam area dermaga terlihat barisan bus ANS yang juga mengantri masuk kapal, sedangkan di area parkir terminal satu, juga terlihat salah satu bus asal Sumbar yang berdiam diri, diperkirakan sedang ada gangguan. Karena tak kendaraan lain di jalur tersebut yang hendak mengantri naik kapal.

Gerbang Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni

Sebelum naik kapal, awak bus juga menyelesaikan administrasi dengan menyerahkan hasil rapid test ke petugas pelabuhan.

Pada perjalanan kali ini, tidak ada pemeriksaan kendaraan maupun penumpang yang membawa barang terlrang maupun berbahaya. Dulu sebelum pandemi, pemeriksaan ini wajib dilakukan sebelum masuk pelabuhan.

Sementara menunggu kapal untuk menyeberang, dari kapal yang berlabuh didermaga satu keluar bus warna biru berbody Jetbus2 HD merk dinding Merah Sari beriringan dengan Lorena. Dari dalam bus dicoba mengabadikannya dan menguploadnya ke salah satu grup pecinta bus.

BACA JUGA  DR.H.Helmi; Dengan Doa Kita Satukan Kekuatan Iman dan Imun
Dermga 1 Pelabuhan Bakauheni

Tujuannya untuk mencari tahu, apakah ini bus dioperasikan oleh Po. Merah Sari, salah satu perusahaan bus besar asal Pekan Baru yang dimiliki oleh perantau asal Sulit Air Solok, dan berjaya hingga awal tahun 2000an.

Beragam komentar dari netizen, adanya yang menyebutny Merak Sari, salah satu bus asal Lampung, hingga balik bertanya, kalau memang Merah Sari, mana ciri khas warna bus tersebut zaman dulu. Hingga akhirnya tanya terjawab dari salh satu netizen yang tergabung dalam Alumni Merah Sari (mantan sopir dan awak  bus Merah Sari), yang mengatakan walau berwarna biru, benar itu Merah Sari yang kini melayani trayek Jogja РPekanbaru.

Lama juga NPM V53 dan bus NPM lainnya berada di pelabuhan menunggu kedatangan kapal executive Legundi, hingga berangkat pukul 16.30 WIB, lebih kurang 3 jam berada di pelabuhan.

Antrian bus NPM sbelum naik kapal KM.Legundi

Merapat di pelabuhan Merak pukul 18.18 WIB bus langsung keluar pelabuhan dan masuk tol menuju Jakarta. NPM V53 keluar di gerbang tol Cikupa karena ada penumpang yang turun di Batu Ceper Tangerang.

Kemudian, seluruh bus NPM asal Sumbar berkumpul di terminal Kalederes untuk transit penumpang. Masing-masing bus berbeda finishnya, V53 melanjutkan perjalanan ke Bandung, ada yang finish di Bekasi, Pondok Pinang dan Bogor. Penumpang diminta pindah bus, kemudian digabung sesuai terminal tujuan.Fendi

Tamat

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaDihadiri Sekdakab, Direktur RSUD Padang Pariaman Diserahterimakan
Artikel berikutnyaOPD Pertama Hadir di Pemondokan MTQ, Distan Pompa Semangat Kafilah Padang