Ada Papa Lemon di Padang Panjang “Dari Ranah Minang untuk Nusantara”

pap
SuhaNews — Geliat Kelompok Rintisan Usaha Bersama Rindang Alam terlihat kala mentari perlahan mulai menyingsing, sekira pukul 06.00 WIB, Jumat (15/1).
Raut wajah penuh semangat dengan kelakar khas antara mereka, mewarnai pagi saat mengemas produk unggulan sabun cair pencuci piring yang diberi nama “Papa Lemon”, setelah diproduksi di malam hari.

Kelompok ini digagas Ryan Syair dan Roby Hendra bersama sejumlah pemuda Sungai Andok, Kelurahan Kampung Manggis, Kecamatan Padang Panjang Barat dengan sistem bagi hasil.

Harga eceran kemasan botol 1 liter dibandrol Rp. 14.000. Sementara 600 ml seharga Rp.8000. Bentuk kemasan tak kalah dengan merek sabun cair ternama.

“Kalau untuk grosir kita kurangi dari harga. Dikasih spesial, kita lagi promo,” kata Ryan.

Menggunakan motor, sebagian rekan-rekan Ryan pagi itu membawa produknya menuju Pasar Padang Panjang. Hari itu dijual di lapak kaki lima, lantaran melihat peluang di hari pasar. Benar saja, Papa Lemon laku keras, sehingga harus bolak-balik untuk dibawa lagi.

“Mudah-mudahan nanti ada outletnya,” Ryan berharap ke depan.

Papa lemon juga dipasok ke sejumlah pengecer di Kota Padang Panjang dan di Kabupaten Tanah Datar. Respon masyarakat sangat antusias mengetahui sabun cair itu produksi anak nagari.

“Kita baru empat hari ini berproduksi, Alhamdulillah tanggapannya sangat baik,” katanya.

Ryan bercerita, produk tersebut pernah ditawar seorang distributor besar asal Aceh yang memesan 1.500 botol setiap hari. “Waktu dipromosikan di media sosial, pengusaha itu kemudian mendatangi kami,” ujar Ryan.

Kelompoknya, kata Ryan, belum bisa menyanggupi. Karena rata-rata produksi baru 300-500 sehari. “Kami sedang mencari solusinya. Kita berharap kehadiran Kelompok Rintisan Usaha Rindang Alam, dengan produk Papa Lemon mampu berperan sebagai wadah usaha bersama, mengurangi pengangguran,” lanjutnya.

BACA JUGA  Rapat Perdana H. Kasmir di Kemenag Bukittinggi, Sesuai Protokoler Covid-19

Industri kecil dengan semangat besar itu, berproduksi di sebuah bangunan bekas PAUD, aset Pemko yang diizinkan penggunaannya oleh Camat Padang Panjang Barat Fhandy Ramadhona dan Lurah Kampung Manggis, Ilham Kusuma.

Izin edar dan kelaikan lingkungan, mereka kantongi. Mereka “pede” ingin mengajak pihak-pihak yang mau bekerjasama.

“Bagi yang mau bekerjasama silahkan bergabung. Kalau soal kualitas, nggak kalah sama merek ternama karena bahan yang kita gunakan sangat qualified,” jelas Ryan.

Di awal kemunculannya tahun 2018, produk Papa Lemon sempat mengalami kesulitan lantaran keterbatasan modal. Sabun cair diproduksi secara manual, tidak seperti sekarang menggunakan mesin. kemasannya pun bekas botol air mineral. “Kemasannya dulu bekas botol mineral. Hanya enam bulan kita bertahan,” kenang Ryan.

Namun, keadaan berbalik setelah Pokir Anggota DPR RI Komisi IX, Suir Syam membantu Kelompok Rindang Alam. Bantuan uang tunai untuk Tenaga Kerja Mandiri (TKM) langsung dibelanjakan. Membeli mesin pengaduk serta kemasan botol bersama stiker merek.

“Alhamdulillah dana pokir dari Pak Suir Syam sangat membantu kami. Mimpi lama 2018 terwujud kembali,” tuturnya.

Papa Lemon, lanjut Ryan, bukan hanya sekadar produk sabun cair. Ada motivasi dan cita-cita besar membawa nama Sumatera Barat dan Kota Padang Panjang di kancah nasional. “Dari Ranah Minang untuk Nusantara,” ungkap Rian.

Kelompok Rintisan Usaha Bersama Rindang Alam beralamat di Jalan Bustanul Arifin, RT 6, Sungai Andok Kelurahan Kampung Manggis. Untuk kerjasama hubungi Robi Hendra di nomor 082386435956. Rel

Baca juga:

 

Facebook Comments

loading...