Aza, dari Diniyah Puteri Juara 2 Lomba Menulis Surat Santri untuk Presiden dan Menteri

Aza, dari Diniyah Puteri Pemenang Lomba Menulis Surat Santri untuk Presiden dan Menteri
SuhaNews. Fazatil Husainah Fauzi El Muhammady santri kelas XI IPS MAS KMI PP Perguruan Diniyah Puteri Padang Panjang yang akrab disapa Aza, meraih juara 2 Lomba Surat Santri untuk Presiden dan Menteri Agama dalam rangka Hari Santri Nasional 2021.

Lomba yang dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI sangat membahagiakan bagi santri tersebut pasca Dr. Waryono Abdul Ghofur Direktur Pd. Pontren membacakan Surat Keputusan pada kegiatan Santriversary, Jumat (22/10) malam.

Dikutip dari situs resmi Kemenag Sumbar Aza begitu putri tercinta dari pasangan Fauzi Fauzan El Muhammad (45 th) dan Ervini Kania Dewi (43 th) ini biasa disapa. Bersaing dengan ratusan santri lainnya diseluruh Indonesia, prestasi Aza sungguh membanggakan Sumbar.

“Alhamdulillah, kerja keras saya menghasilkan hasil yang manis. Semoga ini menjadi pengalaman berharga yang bisa menjadikan saya lebih profesional lagi dalam menulis,” ujar Aza.

Santri Diniyah Puteri Padang Panjang  yang bercita-cita menjadi Wartawati ini menyebutkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari prinsipnya, berusaha dan kerja keras.Ia meyakini berusaha juga menjadi hal yang sangat penting.

“Ketika tidak punya usaha dan kerja keras, apapun yang kita dapat dalam hidup, akan terasa kurang menjadi sesuatu yang bernilai,” ulasnya.

Disebutnya, proses menjadi lebih baik kadang datang dari kesalahan kesalahan yang  dilakukan. “Berdoa, berikhtiar, bertawakal, amalkan semua yang telah nabi ajarkan kepada umatnya, insyaallah kita akan mendapatkan yang terbaik,” tegasnya.

Aza menyebut, banyak tantangan yang dialaminya dalam proses penulisan artikel atau pun tulisan sejenis. Namun ia tetap gigih berjuang menaklukkan kerikil dihadapan mata.

“Terkadang, yang paling susah membagi waktu antara jam pelajaran dan proses penulisan karya,” sebutnya.

BACA JUGA  Masjid Nurul Hidayah Taluak Dalam Dibangun, Bupati Solok Sediakan Eskavator

Santriwati yang gemar membaca dan menulis sejak kecil ini memiliki inspirator terhebat dalam hidupnya, yakni kedua orangtuanya yang tak pernah lelah memberi dukungan kepadanya. “Mereka selalu bersabar membimbing saya melewati semua proses selama menjalani hobi menulis ini,” sebut Aza.

“Saya ingin menjadi wartawan terkenal di sebuah media massa suatu saat, bisa memberi pencerahan, ide dan gagasan untuk banyak orang itu menyenangkan,” jawab Aza ketika ditanya tentang citanya

Aza berkeinginan, selepas menyelesaikan studi di Diniyah Putri ingin melanjutkan ke perguruan tinggi jurusan jurnalistik atau komunikasi.

Terlebih lagi, menulis baginya adalah wadah menyampaikan segala uneg-uneg, keresahan, ide, gagasan, sekaligus sebagai sarana untuk berdakwah yang bisa menyampaikan sesuatu yang bermanfaat.

Diakui Aza, semua pencapaian yang pernah diraihnya, tak terlepas dari peran guru pembimbingnya. ” Beliau yang mengajar saya melatih sejak kecil,menulis yang ringan ringan sampai diajak ikut lomba seperti essay, cerpen, puisi, menulis di media cetak koran.” Ungkapnya.

Poin penting pesan guru yang dipetik dara kelahiran Jakarta 4 November 2004 ini adalah bijak memaknai sebuah kegagalan itu menjadi wajib. Baginya, menulis dan berkesempatan mengikuti berbagai lomba adalah hal terbaik untuk berbuat dan melakukan hobi dengan maksimal.

“Nggak masalah kalau ga menang, asalkan kita mau berusaha semaksimal mungkin. Karena jika sudah maksimal akan menjadi kepuasan tersendiri bagi diri kita pribadi,” akunya mengenang pesan indah sang guru pembimbing.

Berangkat dari motto bekerja dengan ikhlas dan jujur, Aza
mengaku sangat bersyukur atas penghargaan yang diberikan Presiden Jokowi Widodo dan Menag RI dalam even Lomba Menulis Surat Santri Sayembara Santri Siaga Jiwa Raga.

“Sekalipun saya pernah merasa sangat kecewa karena tidak terpilih, hanya menjadi nominator lomba artikel nasional. Namun saya cepat menyadari bahwa usaha keras itu tidak melulu harus ada hasilnya. Tapi saya yakin kegagalan adalah sebuah proses menuju progres,” kenangnya sangat bijak.

BACA JUGA  Mulai Senin, Seluruh Santri Diniyah Putri Menjalani Tes Swab

Makanya tak salah memang jika santri yang sangat gemar membaca dan menulis ini meraup sederet prestasi luar biasa. Sedikitnya ada 3 prestasi Nasional yang pernah disabetnya. Sebut saja ia pernah menjadi Finalis Madrasah Young Researcher Super Camp (MYRES) Kemenag RI tahun 2019.

Aza juga pernah dinaubatkan sebagai Nominator Lomba Karya Tulis Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (DITJEN PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia tahun 2021.

Lomba dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2021 tersebut diadakan secara online, pada bulan Mei-Agustus 2021, dan diikuti ratusan siswa SMP dan SMA dari seluruh penjuru Indonesia.

Pada lomba karya tulis artikel populer bertema “Generation restoration: reimagine, recreate, restore” ini, Aza menulis artikel berjudul ‘Tradisi Ikan Larangan dan Kebersihan Lingkungan’.

Dalam artikel tersebut Aza memaparkan pentingnya memelihara tradisi ikan larangan, sebagai salah satu kearifan lokal Minangkabau yang bisa dijadikan solusi menjaga kebersihan lingkungan.

Dan terakhir Juara 2 Lomba Menulis Surat Santri Sayembara Santri Siaga Jiwa Raga Direktorat Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2021.

Bahkan yang menarik, tak hanya berprestasi di usia yang masih belia, sulung dari dua bersaudara ini sudah menelurkan puluhan tulisan.

Berbekal menulis di bawah binaan Diniyyah Literation Center (DLC) ia  juga tekun menggores karya dalam beragam genre tulisan. Seperti esai, puisi, cerpen, dan berita banyak dimuat di media massa. Bahkan sejak kelas 6 MIS Rahmah El Yunusiyyah Diniyyah Puteri. Rel | Fendi

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaWako Hendri Septa ikut Touring Bersama Komunitas Sepeda Motor
Artikel berikutnyaWalikota Launching Aplikasi E-Delivery Penetapan Pengadilan Negeri Solok