Catatan Sejarah Perang Kemerdekaan, Belanda Lari Tunggang-Langgang, Peran Perguruan Diniyyah Puteri

Catatan Sejarah Perang Kemerdekaan, Belanda Lari Tunggang-Langgang, Peran Perguruan Diniyyah Puteri

Catatan Sejarah Perang Kemerdekaan, Belanda Lari Tunggang-Langgang, Peran Perguruan Diniyyah Puteri

oleh : Hendra Sugiantoro, penulis buku Rahmah El-Yunusiyyah dalam Arus Sejarah Indonesia, 2021

Belanda berpolah. Nasib tragis dialami Aziz Chan (1910-1947). Walikota Padang itu melakukan perjalanan ke Bukittinggi dengan istrinya Siti Zaura Oesman yang lagi mengandung. Belanda membunuh Aziz Chan dengan pukulan benda tajam dan tembakan.

Saat itu, 20 Juli 1947, Belanda mulai memantik kekisruhan di Kota Padang. Merah Putih diinjak-injak. Dalam Agresi Pertama ini Belanda mengerahkan Brigade U. Dari Padang, mereka hendak memperluas daerah pendudukan.

Namun, dalam Perang Kemerdekaan I, tentara dan rakyat Sumatera Barat berjuang tangguh. Terkadang terdesak, terkadang mendesak.

Selain menopang Resimen I Divisi III TNI Sumatera, Rahmah El-Yunusiyyah mengomando “Pasukan Ekstremis” merampas dan mencuri senjata. Murid-murid #PerguruanDiniyyahPuteri Padang Panjang dengan cekatan menyuplai kebutuhan dapur umum untuk pasukan Merah Putih di Front Utara. Tak hanya itu. Sejak awal kemerdekaan, sebagian murid-murid Perguruan Diniyyah Puteri pun terlibat dalam Sabil Muslimat dan laskar perempuan lain.

Di front Utara pertempuran terjadi di sepanjang jalan Pasar Usang hingga Padang. Belanda sempat menyerang pertahanan TNI di Pasar Usang dari udara dan berencana menembus Bukittinggi. Kuatnya perlawanan pasukan Merah Putih membuat Belanda tak berkutik. Setelah menduduki Pasar Usang 27 Juli 1947, Belanda pun lari tunggang-langgang ke Lubuk Alung.

Agresi Belanda dengan Brigade U gagal total. Berbeda dengan Brigade Z yang dapat memperluas pendudukan di hampir seluruh wilayah Sumatera Timur dan Brigade Y yang memperluas wilayah pendudukan dari Palembang. Di Sumatera Barat, Belanda hanya melongo di Lubung Alung.

Tulisan Hendra Sugiantoro lainnya :

Facebook Comments

BACA JUGA  Pjs Wako Bukittinggi: Antisipasi Penyebaran Covid-19 pada Libur Bersama Akhir Oktober ini
loading...
Artikel sebelumya19 Kasus Baru Covid-19 Kota Solok, 2 Diantaranya Meninggal Dunia
Artikel berikutnyaDiskusi Publik Universitas Paramadina, Kerjasama R.I-Tiongkok Meningkat di Era Jokowi