Covid-19 dan Relevansi Pemikiran Rahmah El-Yunusiyyah

Covid-19 dan Relevansi Pemikiran Rahmah El-Yunusiyyah
Setahun lebih pandemi Covid-19 bersemayam di negeri ini, semua pihak mencurahkan segenap kemampuan dan pikiran untuk mengatasinya. Adalah Hendra Sugiantoro mengajak pembaca mengupas relevansi pemikiran Rahmah El Yunussiyah

Dibandingkan Kongres Perempuan Indonesia I di Yogyakarta, penelitian dan literatur terkait Kongres Perempuan Indonesia selanjutnya jarang dikupas.
Ibu Pendidikan Indonesia Rahmah El-Yunusiyyah sempat beberapa kali menghadiri kongres-kongres ini. Sepertinya Kongres Perempuan Indonesia selalu diselenggarakan pada bulan Juli. Sebut misalnya Kongres Perempuan Indonesia II di Batavia pada 20-25 Juli 1935 dan Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung pada 23-27 Juli 1938.

Perempuan memang tak identik dengan bulan Juli. Namun, seiring Covid-19 yang entah kapan usai, ide dan pemikiran Ibu Pendidikan Indonesia tetap dan selalu relevan: Ibu Pendidik.

Hidup memang serba paradoks. Kita kerap disibukkan dengan perdebatan tiada guna soal Covid-19, padahal pengetahuan kita terbatas adanya. Membaca Rahmah El-Yunusiyyah, kita diajak melampaui zaman. Melampaui zaman terlepas Covid-19 masih ada sekali pun.

Boleh jadi kita #dirumahsaja untuk mempersiapkan diri kita sebagai Ibu Pendidik, melatih anak-anak perempuan kita sebagai Ibu Pendidik. Di sisi lain, #dirumahsaja merupakan media kita untuk menuntut ilmu seluas mungkin dan melakukan kerja praktik sebagai Ibu Pendidik.

Bagaimana pun, menjadi Ibu Pendidik adalah tugas suci dan murni. Dalam kerja mendidik, kata Rahmah El-Yunusiyyah, kaum perempuan memang harus mempersiapkan diri dan meningkatkan kapasitas pendidikan mereka.

Dalam paradigma positif-progresif, Covid-19 adalah sebentuk ujian mempersiapkan dan mengasah kemampuan sebagai perempuan yang sesungguhnya: Ibu Pendidik.

Konsep Rahmah El-Yunusiyyah ini bukan berarti perempuan hanya mengurusi ranah domestik. Sesuai kapasitas dan tak menyalahi kodrat perempuan, menurut Rahmah El-Yunusiyyah, tak ada larangan perempuan tampil ke muka menjadi politisi, diplomat, atau jabatan apa pun.

BACA JUGA  Siswa MAN 2 Bukittinggi Buat Sendiri Hand Sanitizer

Rahmah El-Yunusiyyah pun menggariskan bagi perempuan untuk menjadi Ibu Pendidik yang cakap dan aktif terkait kesejahteraan masyarakat dan tanah air. Pengertian Ibu Pendidik cakupannya luas. Bisa Ibu Pendidik bagi anak-anak di rumah, Ibu Pendidik bagi anak-anak di sekolah, dan Ibu Pendidik dalam masyarakat.

Covid-19 tak dimungkiri juga memengaruhi sendi perekonomian masyarakat. Tanggung jawab ekonomi memang di pundak laki-laki. Namun, perempuan pun bisa ikut menopang ekonomi keluarga. Keterampilan seperti bertenun, menganyam, menjahit, dan sebagainya diajarkan Rahmah El-Yunusiyyah agar perempuan juga memiliki kreativitas dan kemandirian ekonomi. Bahkan, tak mengherankan jika Rahmah El-Yunusiyyah mengajarkan perempuan bercocok tanam dan ilmu kesehatan.

Tentu, keterampilan yang perlu dikuasai perempuan bisa disesuaikan dengan zamannya. Menurut Rahmah El-Yunusiyyah, keterampilan-keterampilan perlu dipelajari sebab kelak sangat berguna dalam menghadapi tantangan hidup.

Di tengah Covid-19 ini tak perlulah pikiran kita larut dalam hiruk-pikuk perbedaan pendapat dan perdebatan tiada guna. Soal-soal “khilafiyah” kerap dipertajam di media-media sosial.

Tetap taati protokol kesehatan. Belajarlah yang sungguh-sungguh. Terkhusus bagi anak-anak muda, kita bawa pikiran kita melampaui zaman Covid-19 ini. Sesungguhnya masa depan masih cerah. Wallahu a’lam.(Hendra Sugiantoro)

Hendra Sugiantoro, bukan orang Minang, hanya mencintai Indonesia, penulis buku “Rahmah el Yunusiyyah Ibu Pendidikan Indonesia”. Untuk dapat memiliki buku terbitan Matapadi ini bisa menghubungi penulisnya di nomor whatsapp 0813-2872-7040

Artikel Terkait :

BACA JUGA  Tim Opsnal Satreskrim, Polres Sijunjung Amankan 2 Residivis Curanmor

 

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaMutasi Polri, Kapolres Solok Azhar Nugroho Ditarik ke Mabes
Artikel berikutnyaDua Lagi Warga Kota Solok Meninggal Karena Covid-19