Balon Bupati Solok Berburu Rekomendasi dan Keabsahan  

balon
SOLOK – Bakal Calon (Balon) Bupati-Wakil Bupati Solok, Hendra Saputra-Mahyuzil optimis bisa lolos verifikasi faktual yang digelar KPU Kabupaten Solok. Sebagai calon independen satu-satunya, ia sudah memperhitungkan permasalahan keabsahan dukungan tersebut.

“Insyaallah kita segera memperbaiki hasil verifikasi faktual tersebut,” ujar Hendra Saputra kepada SuhaNews.

balon
Hendra-Mahyuzil

Pasangan ini harus melengkapi 18.142 dukungan, untuk bisa berlaga di Pilbup Solok. Karena  sebanyak 9.071 dukungan KTP dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Solok.

“Kita sudah mempersiapkan jauh-jauh hari dan optimis memenuhi persyaratan sesuai tenggat waktu yang diberikan, 25-27 Juli 2020,” jelas Hendra dan Mahyuzil.

Komisioner Divisi Data dan Informasi KPU Kabupaten Solok, Jons Manedi, menyatakan bahwa dari  9.071 yang dinyatakan TMS, Balon perseorangan dituntut menggantinya dua kali lipat.  Hendra Saputra-Mahyuzil menyerahkan sebanyak 25.327 dukungan.

balonHasil verifikasi administrasi, sebanyak 1.620 tidak memenuhi syarat. Verifikasi faktual dilakukan terhadap 23.707 dukungan. Pada sidang pleno KPU Kabupaten Solok pada Senin 20 Juli lalu dukungan yang lolos verifikasi faktual sebanyak 14.723 dukungan.

Sebanyak 14.723 dukungan, jelas Jons Manedi  Memenuhi Syarat (MS). Jumlah pendukung yang tidak bisa ditemui oleh verifikator dan masuk kategori TMS, sebanyak 5.834 orang. Sebanyak 3.150 orang menyatakan tidak mendukung.

“Hal ini dikuatkan dengan penandatanganan berita acara lampiran B.A 5/KWK,” ujarnya.

Hendra Saputra-Mahyuzil mengaku sudah menerima hasil verifikasi faktual tersebut. Ia bersama tim segera memperbaiki dan memenuhi syarat dukungan tersebut. Pihaknya optimis bisa memenuhi persyaratan tersebut.

“Kami sudah mempersiapkan jauh hari sebelumnya,” jelas Hendra Saputra.

Masih Berburu Partai

balonSama halnya dengan Balon Independen, balon lain juga belum nyaman. Masing-masing masih memburu partai. Epardi Asda  belum memproklamirkan parrtai yang akan mengusungnya. Sekalipun ada kemungkinan salah satunya PAN, pengusaha dan mantan anggota DPR RI ini mash harus memburu partai koalisi.

Bukan saja partai koalisi, pendampingnya  (balon Wakil Bupati) juga sedang diproses. Walau sudah ada angin berembus bakal menggandeng Yulfadri  Nurdin yang saat ini menjadi Wakil Bupati Solok, tetapi partai koalisi tentu akan ikut memberikan warna pada Epyardi Asda.

Begitu pun dengan Desra Ediwan Anantanur, yang kini terlihat bergandengan  dengan Agus Syahdeman (ASD). Di atas kertas, tentu disebut sebagai perpaduan Partai Golkar dan Partai Demokrat, apalagi keduanya adalah pimpinan partai. Namun hingga sekarang belum ada pengumuman dari pasangan ini bahwa mereka sudah mengantongi rekomendasi DPP Partai masing-masing.

Sementara Nofi Candra masih terlihat jalan sendirian. Nofi sedikit beruntung karena sudah mengantongi rekomendasi dua partai yakni NasDem dan PPP. Namun masih harus menambah partai koalisi. Dua partai ini belum cukup untuk bisa mendaftar ke KPU. Karena itulah, pengusaha yang juga mantan anggota DPD ini masih harus berjuang mendapatkan rekomendasi.

Bukan hanya berburu rekomendasi, Nofi Candra juga perlu memperhitungkan balon wakilnya. Sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai pendampingnya, belum ada yang pasti. Sebagai mantan anggota DPD, Nofi tampak sangat hati-hati dalam mengekspos bakal wakil bupati yang akan mendampinginya.  Sejauh ini belum ada pernyataan dari Nofi Candra, siapa yang akan mendampinginya pada pilkada serentak 2020 ini.

balon
Nofi Candra

Begitu juga dengan Maigus dan Iriadi Dt. Tumanggung, perantau yang ingin mengabdi di kampung halaman. Keduanya memang sudah memasang baliho, tetapi sebagai ‘pendatang baru’,  keduanya juga belum jelas partai pendukungnya.  Apalagi beberapa partai sepertinya sudah dibidik oleh balon lainnya.

Partai Gerindra, PAN, Demokrat, Golkar, NasDem, PPP dan PKS sepertinya sudah diincar balon lain. Karena itu, Maigus dan Iriadi tentu akan berburu partai lain. Namun peluang masih terbuka. Kenyataannya surat rekomendasi belum dikantongi oleh balon laninnya. Karenanya  setiap pintu masih terbuka, masuklah. Wewe

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...