Balon Wako Solok,  Menunggu Kejutan dari Pasangan Zul Elfian

SOLOK – Persaingan untuk mendapatkan BA 1 P makin seru. Setelah Zul Elfian, Wali Kota Solok saat ini kembali memilih maju untuk periode kedua,
Edi Chandra, stafnya selama ini, mengambil langkah pasti, mundur dari jabatan sebagai Kepala Dinas PPKB karena akan mendampingi Ismael Koto sebagai Balon Wali Kota Solok.

balonPecah kongsi, itulah yang paling pas, melihat kondisi balon Wako Solok ini. Zul Elfian yang selama ini didampingi Reinier sebagai Wawako Solok juga telah lebih dahulu memilih jalan sendiri, Reinier bakal berpasangan dengan Andri Maran untuk menuju BA 1 P.

Sementara Ismael Koto memilih Edi Candra, yang selama lima tahun terakhir menjadi anak buah Zul Elfian-Reinier. Ismael Koto sendiri termasuk calon yang dikalahkan oleh Zul Elfian pada pemilihan Wali Kota Solok periode sebelumnya.

balonBegitu pun Yutris Can, Ketua DPRD tiga periode ini, sebelumnya juga sudah muncul ke permukaan sebagai balon wali kota Solok, namun tidak sampai sebagai calon Wali Kota Solok. Boris memilih tetap sebagai Ketua DPRD.

Perjalanan waktu, ternyata membuahkan bebagai kejutan. Zul Elfian, yang pada awalnya memilih cukup satu periode sebagai Wali Kota Solok, ternyata enam bulan menjelang pilkada serentak kembali memilih maju untuk periode kedua. Sekalipun Buya sudah terlanjur memproklamirkan diri maju di pilkada provinsi Sumbar. Balihonya  sudah tersebar ke mana-mana meninggalkan Kota Solok.

Politik memang seperti bermain bilyar. Liar dan sulit diduga. Hanya pemainnya yang tahu  menembak bola lima, dengan harapan bisa memasukkan bola enam dan seterusnya. Namun tetap dalam kendali sang pemain.

Sekalipun selama ini sudah ada pasangan Ismael Koto-Edi Chandra, Yutris Can- Irman Yefri Adang,  Reinier-Andri Maran dan Hendriyas- Jetson, kini bertambah dengan Zul Elfian-?????. Bisa jadi ada kejutan baru menjelang pendaftaran ke KPU. Karena sehari menjekang ijab kabul masih memungkinkan bertukar pasangan.

BACA JUGA  Kemenpan RB, Puji Pemprov Sumbar Dalam Pemgelolan SP4N Lapor

Apalagi semua pasangan yang ada, belum ada kepastian. Partai pendukung belum memutuskan apakah benar akan mengusung pasangan ini atau tidak. Apalagi elektabilitas masing-masing balon masih terus diuji oleh berbagai lembaga survey.

Dengan alasan elektabilitas inilah, ada balon yang sudah lama mencogokkan diri, tiba-tiba hilang dari peredaran. Restu partai tidak didapat.  Jadi masih banyak kemungkinan bakal terjadi di Kota Solok.

Jika melihat perjalanan sejarah dalam 20 tahun terakhir, tidak ada pemilihan Wali Kota Solok yang dimenangkan kembali oleh petahana.  Setelah Yumler Lahar-Sabri Yusni menjabat, ia diganti oleh Syamsu Rahim-Irzal Ilyas. Syamsu Rahim hijrah sebagai Bupati Solok, naiklah Irzal Ilyas-Zul Elfian. Zul Elfian pun akhirnya menggantikan Irzal Ilyas. Masing-masing hanya satu satu periode.

balonAkankah Zul Elfian bakal menorehkan sejarah baru di era otonomi daerah ini? Bisa jadi, karena melihat tanda-tanda itu, sumando  urang Koto Baru  ini kembali “pulang” setelah sempat “merantau” sejenak, berpetualang menuju provinsi.

Kepulangan Zul Elfian membuat persaingan bakal sengit. Apalagi publik Kota Solok kini menunggu pasangan Zul Elfian. Siapakah yang akan mendampinginya  untuk bisa memenangkan suara rakyat Kota Solok?

Kita tunggu kejutan berikutnya. Wewe

Baca Juga:

Facebook Comments

Google News