Banjir di Batangkapas, Bupati Pesisir Selatan Serahkan Bantuan 2 Ton Beras

25
banjir
Bupati Hendrajoini bersama korban banjir
SuhaNews – Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menyerahkan bantuan beras sebanyak dua ton dan memberikan 500 nasi bungkus untuk korban banjir di Batangkapas, yang terjadi Rabu (23/9). 

“Pemerintah nagari diharapkan segera membagikan beras ini kepada Kepala Keluarga (KK) masing-masingnya 10 Kilogram,” kata Bupati Hendrajoni.

Bupati meminta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama pihak kecamatan dan nagari untuk menuntaskan pendataan rumah warga yang terdampak banjir.

“Kita akan membangun kembali rumah yang hancur melalui bantuan bedah rumah,” ujar Hendrajoni, Kamis (24/9) saat meninjau kondisi para korban di Nagari IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas dan Sungai Nipah, Kecamatan IV Jurai.

Masyarakat, ujar Bupati Hendrajoni, tidak perlu cemas terkait kebutuhan beras. Sebab, selama masa tanggap darurat, Pemda masih memiliki cadangan beras di gudang bulog.

“InsyaAllah stok beras cukup.  Saya tidak ingin ada masyarakat yang kelaparan akibat bencana ini,” kata Bupati.

Bupati berharap masyarakat yang menjadi korban banjir agar tetap sabar dan berdoa kepada Allah SWT.

“Saya minta masyarakat agar tetap sabar dalam menerima ujian ini. Bencana ini merupakan ujian dari Allah SWT. Pemerintah berupaya untuk membantu masyarakat, baik untuk kebutuhan makanan, maupun terhadap rumah yang hancur,” ucapnya.

Kepala BPBD Pessel, Herman Budiarto, melalui Kasi Kedaruratan, Hasnul Karim, mengatakan jika pihaknya belum bisa menjelaskan secara rinci berapa besar kerugian yang dialami oleh masyarakat akibat banjir tersebut.

“Khusus di Nagari IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, sekitar 180 unit rumah warga terendam banjir,” jelas Hasnul Karim.

Warga yang rumahnya terendam, jelasnya, mulai membersihkan tumpukan lumpur. Selain itu, juga ada Tiga ekor sapi milik warga yang hilang, serta 1 unit jembatan gantung sepanjang 45 meter yang putus dihantam banjir.

“Jembatan gantung yang putus itu merupakan sarana penghubung Dusun Salak dengan Kampung Jalamu,”  jelas Hasnul Karim.

Di seberang sungai itu ada 15 KK yang tinggal. Perbaikan jembatan gantung itu segera diupayakan melalui dana tanggap darurat.

Editor: Wewe      Sumber: Beritanda1.com

Baca juga:

Facebook Comments

loading...