Batusangkar, SuhaNews – Pemerintahan Tanah Datar mengambil berbagai kebijakan dalam upaya menekan penyebaran virus corona atau Covid-19. Selain menunda sejumlah agenda, juga ada larangan menggelar keramaian.
“Pemilihan Wali Nagari serentak ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan,” jelas Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Tanah Datar Helfy Rahmi Harun, Rabu (25/3) dalam rapat koordinasi di Posko Penanganan Covid 19 di Pagaruyung.
Selain menunda pemilihan wali nagari, Pemerintahan Tanah Datar juga telah mengambil tindakan dengan menutup lokasi pariwisata, pembatasan layanan publik, pembatasan pelaksanaan pesta pernikahan.
Dalam rapat koordinasi ini juga hadir Kadis Kominfo Abrar, Kalaksa BPBD Thamrin bersama Camat se-Kabupaten Tanah Datar.
“Pengunduran ini berdasarkan keputusan Kemendagri RI dan Gubernur Sumatera Barat,” jelas Rahmi.
Berdasarkan Perbup Tanah Datar Nomor 4 Tahun 2020, jelas Rahmi, Pilawana serentak di 21 nagari dari 75 Nagari akan di gelar 24 Juni mendatang. Namun karena Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 ini, maka kegiatan itu terpaksa ditunda dalam waktu yang belum ditentukan.
“Masyarakat tidak usah risau terhadap pelaksanaan birokrasi di Nagari,” ujar Rahmi.
Ada Penjabat sementara (Pj.) yang akan menjalankan pemerintahan nagari. Urusan birokrasi tetap berjalan seperti biasa. Masyarakat tidak usah risau, karena semenjak masa Walinagari berakhir beberapa waktu lalu, Pemda sudah menunjuk dan menetapkan Pj dari PNS di Tanah Datar dengan masa bakti sampai Wali Nagari defenitif terpilih melalui Pilwana.
Sementara pelaksanaan MTQ Nasional tingkat Kabupaten Tanah Datar yang direncanakan bulan Juni 2020, dengan tuan rumah Kecamatan Tanjung Emas sampai saat ini belum ada keputusan untuk diundur.
“Hal ini sejalan dengan rencana MTQ Nasional Tingkat Provinsi Sumbar di Kota Padang Panjang yang belum ada pengunduran jadwal hingga sekarang,” ujar Kabag Kesra Afrizon.
Saat ini, jelas Afrizon. semua dalam posisi sulit.MTQN Tingkat Provinsi harus dipersiapkan melalui MTQN Kecamatan sebagai wadah penyaringan kafilah tentu harus dipersiapkan sebaik mungkin sehingga prestasi kita sebagai juara umum bisa dipertahankan.
“Kita butuh langkah dan solusi, bagaimana kegiatan ini tetap berlangsung,” tambah Afrizon.
Sesuai edaran dan maklumat Kapolri, keramaian dibatasi dan dilarang. Hal ini menjadi pertimbangan untuk mengambil langkah ke depan.
“Dalam kondisi Covid-19 saat ini kita serba salah,” ujar Camat Tanjung Emas Dedi Triwidono.

Sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQN Tingkat Kabupaten, paparnya, memang serba salah. Pembukaan MTQ akan ditampilkan tarian massal. Massa yang hadir cukup banyak, sementara itu, ada aturan yang melarang hal itu dilakukan. Hal ini terkait Covid 19 ini.
“Masalah MTQ ini akan kita bahas lebih lanjut,” ujar Asisten Helfy Rahmi Harun.
Pelaksanaan MTQ ini, dibutuh kajian lebih mendalam, tentang bagaimana cara, langkah ataupun kemungkinan yang bisa dilaksanakan. Semua tentu berharap, persiapan kafilah berjalan lancar, kita juga terhindar dari Covid-19.
Reporter: Dajim Editor: Wewe
Baca Juga:



Facebook Comments