BBM Langka, Jalan Sekitar SPBU “Bakalebuk”

Solok, SuhaNews. Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali melanda kota Solok sejak beberapa hari terakhir, walau sebelumnya pasokan terbatas namun tidak separah dua hari terakhir ini.

Sabtu (29/2) sekitar pukul 11.00 jalan disekitar SPBU Koto Baru macet, dereten kendaran besar berbagai jenis yang mengantri BBM jenis Solar mengular hingga dengan SDM II Kayu Samuk atau sekitar 300 meter dari SPBU Koto Baru arah Solok

0296 bbm a scaled
Antrian kendaraan di SPBU Koto Baru dari dua sisi jalan yang menghambat arus lalu lalintas

Sementara dari arah Padang, antrian kendaraan kecil untuk mendapatkan Premium juga mengular hingga kedepan Pengadilan Negeri Koto Baru. Parahnya kedu sisi jalan digunakan oleh kendaraan berbagai merk ini untuk “berbaris”.

Para pemilik toko dan tempat usaha sampai harus memasang merk “dilarang parkir didepan toko” agar pengantri BBM ini tak menghalangi konsumen mereka berkunjung.

Joni (34) pegawai SPBU yang dikonfirmasi oleh SuhaNews mengatakan antrian disebabkan terbatasnya pasokan BBM yang masuk baik Solar maupun Premium sehingga konsumen harus menunggu lama.

Baca Juga : Belasan Kendaraan Tangki Modifikasi Disita Saat Isi BBM

Akibat kacaunya jalur antri BBM ini membuat jalan Solok – Padang disekitar SPBU macet dan arus lalu lintas melambat.

Selain di Koto Baru, kondisi serupa juga ditemui di SPBU Banda Panduang kota Solok, antrian kendaraan untuk mendapatkan BBM membuat arus lalu lintas Solok Bukittinggi tersendat.

0296 bbm c scaled
Antrian kendaraan di SPBU KTK

Kondisi serupa ditemui di dua SPBU lainnya di kota Solok, yakni di KTK dan SPBU Pandan Ujung.

Fadly (30) pengguna BBM jenis Premium yang tengah mengantri di salah satu SPBU mengeluhkan adanya kendaraan dengan “tangki siluman” yang ikut mengantri dan tetap dilayani oleh petugas SPBU. Walau disana tertera batas maksimum pengisian per kendaraan.

BACA JUGA  Dua Guru MAN 2 Solok Tuai Prestasi Event Hari Sumpah Pemuda

“Kita heran ada kendaran sekelas Kijang yang isi tangkinya lebih 100 liter, kalau standar pabrik minibus sekelas itu kisaran 45 liter, kalau di komplain ke petugas jawabannya sewot dan terkesan angkuh,” sebut Fadly. Moentjak

Baca Juga :

Facebook Comments

Google News