Belajar Sepanjang Hayat

Oleh Tasrif, Guru MTsN 1 Pariaman

Menuntut ilmu itu tidak mengenal batas usia dan waktu, di manapun kita berada selalu membaca dan memahami apa yang terjadi di sekitar kita. Selagi, masih diberikan kesempatan hidup, kita pergunakan waktu semaksimal mungkin untuk selalu mempelajari apa saja yang tidak kita ketahuai sama sekali. Hadirkan dalam diri, sebuah tekad untuk belajar sepanjang hayat.

Jangan sampai kita sia-siakan kesempatan hidup dengan tidak melakukan sesuatu yang baik. Jangan sampai kita tidak melakukan sesuatu akan apa yang kita perbuat selama ini.

Baca juga: Pentingnya Penyesuaian Pembelajaran dengan Kebutuhan dan Karakteristik Peserta Didik SD

belajar
Tasrif, Guru MTsN 1 Kota Pariaman

Sebab, kehidupan yang kita lakukan hendaknya dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Kehidupan yang kita perbuat dapat memberikan keberkahan dalam hidup dan kehidupan yang kita jalani.

Untuk menggapai suatu keberkahan dalam hidup dan kehidupan maka diperlukan kebaikan dan ketenangan yang kita miliki. Ketenangan yang ada dilakukan dengan menggali ilmu dengan sebanyak-banyaknya, selalu menuntut ilmu selagi hayat dikandung badan.

Menuntut ilmu tidak ada batasnya, selagi masih diberikan kesempatan jangan sampai kita sia-siakan selagi ada harapan yang akan diinginkan dalam hidup dan kehidupan yang ada.

Di dalam hadis nabi dikatakan Rasulullah SAW bersabda,” man shalaka thoriiqan yal tamishu fiihi ilman shahalla llahu bihi thoriikhan ilal jannah), “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga (HR. Muslim).

Dalam hadis lain dikatakan, “Tholibul ilmi faridhotan a’la kulli muslimin” ( Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim (HR. Ibnu Majah)

Di dalam surat at-Taubah ayat 122, tentang menuntut ilmu sangat penting sekali.

BACA JUGA  Hendri Pani Dias Resmikan Tiga Fasilitas Digital terbaru MTsN 6 Agam

Allah SWT berfirman yang artinya,” Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (kemedan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”

Persoalannya banyak diantara kita yang menyia-nyiakan waktu dalam belajar ini, mereka lebih banyak mementingkan kesenangan yang sesaat sehingga lupa akan apa yang terjadi pada nantinya. Mereka lebih banyak menyia-nyiakan waktu dan lalai untuk belajar dan beribadah kepadaNya, karena kesombongan dan keangkuhan yang ada. Sebab, apalah menuntut ilmu menghabiskan uang yang banyak dan menghabiskan waktu, lebih baik mencari kenikmatan yang sesaat selagi masih ada kesempatan yang ada.

Pikiran yang kerdil dan bahkan picik tak terbayangkan baginya dimasa yang akan datang. Mengapa demikian, dengan ilmu yang kita kuasai dalam bidang tertentu maka Allah SWT mengangkat derajat kita ke tempat yang lebih baik. Allah muliakan mereka yang senantiasa selalu istiqamah dalam belajar.

Tentu, dalam menuntut ilmu dijalankan dengan penuh kesabaran dan ketulusan yang setulus-tulusnya.

Baca juga: 74 Guru MAN 1 Kota Payakumbuh Ikuti Workshop Merdeka Belajar

Sebab, banyak yang terjadi orang lebih mengedepankan nilai yang tinggi tetapi pribadi yang tak sesuai dengan harapan yang diinginkan. Ketika ada masalah yang tak bisa diselesaikan, mereka droup dan tidak stabil karena tak bisa hidup mandiri. Tentu, yang diharapkan memiliki pribadi yang mulia, yang memiliki akhlak yang baik, memiliki adab yang tinggi sehingga dirinya laksana seperti buah padi, semakin berisi semakin membawa hasil yang baik dan berguna untuk orang lain.

Jangan sampai seperti tong kosong nyaring bunyinya. Tak membawa manfaat sama sekali sehingga menjadi tak berguna dan sesal kemudian taka da artinya sama sekali.

BACA JUGA  Wako Genius Umar Resmikan Sekretariat IBI Kota Pariaman,

Belajar pada dasarnya merubah tabiat dan sikap yang tak baik menjadi orang yang baik, memiliki jiwa yang stabil dan selalu berpikir panjang ke depan. Tidak egois dan saling menghargai antara satu dengan yang lainnya. Selalu terbuka dan menerima kritikan dan pendapat yang berbeda untuk dirangkul dan menjadi sebuah kekuatan yang sangat besar sekali. Tentu, ilmu yang membawa keberkahan dalam hidup dan kehidupan yang dimilikinya. Memiliki kebaikan dan ketrampilan atau kemampuan yang mumpuni dalam bidangnya sehingga dalam hidupnya membawa keberuntungan dan keselamatan hidup di dunia dan di akhirat kelak.

Ilmu yang didapatnya dapat memberikan ketentraman hidup, dan terus menerus belajar sepanjang hayat dapat membawa ketenangan dan keberkahan dikemudian harinya.

Banyak kesempatan yang kita lakukan apakah dalam pendidikan formal maupun non formal, tetap kembangkan kompetensi yang ada. Apakah kita selalu banyak membaca buku yang bemanfaat dan menuliskannya apa yang kita bisa tulis dari sebuah inspirasi atau pengalaman yang kita miliki sehingga memberikan manfaat bagi orang lain.

Sebab, dengan ilmu yang kita sampaikan kepada orang lain salah satu amalan yang tak putus-putusnya sampai kita berada di liang lahat, selalu mengalir pahalanya. Apabila dipergunakan orang lain ilmu yang kita berikan dan menjadi sebuah keberkahan hidup pada nantinya.

Pariaman, 14/6/2023

Penulis adalah pengajar di MTsN 1 Kota Pariaman

Baca juga: 30 Guru Madrasah Terima Sertifikat Diklat Metodologi Pembelajaran 2023

Facebook Comments

Google News