74 Guru MAN 1 Kota Payakumbuh Ikuti Workshop Merdeka Belajar

Payakumbuh, SuhaNews —Dalam rangka menerapkan kurikulum tahun 2023 serta mencapai akreditasi Madrasah unggul MAN 1 Vocational Kota Payakumbuh mengadakan workshop di mulai tanggal 12, 13 dan 27 mei 2023 yang betempat di penginapan Sago Bungsu I Tanjung Pati, Jum’at (12/5/23). Acara diikuti oleh 74 orang Tenaga Pendidik pada MAN 1 Payakumbuh. Pada kegiatan ini juga di hadiri oleh Kepala MAN 1 Payakumbuh Muhammad Suhardi didampingi oleh Wakil kepala serta Kepala Urusan Tata Usaha Hj. Indrawati. Juga turut hadir Ketua Komite MAN 1 Vocational Payakumbuh H.Zulwitra.

Acara dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh H. Joben,S.Ag.MA yang nantinya juga sebagai narasumber kegiatan Workshop Pengembangan Kurikulum 2023 MAN 1 Vocational Payakumbuh.

H. Joben menyampaikan kurikulum merupakan kitab bagi tumbuh kembangnya suatu madrasah. Branding madrasah unggul yang telah dicanangkan dengan kegiatan pengembangan kurikulum pada madrasah sebagai penguatan. Hal tersebut diharapkan menjadi tonggak semangat dan motivasi bagi madrasah lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, H.Joben menyampaikan bahwa apapun yang dilakukan di madrasah harus berpedoman pada visi, misi, dan tujuan madrasah yang tertuang pada kurikulum tahun 2023 “Titik berat pada karakter dan branding madrasah yang menjadi icon pada MAN 1 Vocational Kota Payakumbuh, “ ujarnya.

Dan jika terjadinya konflik antara kepala dengan waka, kepala dengan guru, waka dengan kepala, ada senior dan yunior, ada kelompok A dan kelompok B jangan dijadikan ancaman justru ini menjadikan kekuatan untuk madrasah, dengan menejerial yang baik lagi.

“Branding madrasah yang terdiri atas tahfidz, KSM, robotik, myres dan lain sebgainya sesuai dengan pilihan dari masing-masing madrasah yang diharapkan memilih tiga sebagai branding untuk menjadi madrasah unggul dan berprestasi, ”tuturnya.

Sebagai narasumber H.Joben,S.Ag.Ma menyampaikan kurikulum 2023 “ belajar Merdeka “ berdasarkan Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa 70% siswa berusia 15 tahun berada di bawah kompetensi minimum dalam memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar.

BACA JUGA  Bupati Solok Berdialog dengan Guru TK/PAUD se-Kabupaten Solok

Skor PISA ini tidak mengalami peningkatan yang signifikan dalam sepuluh hingga lima belas tahun terakhir. Studi tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan besar antarwilayah dan antarkelompok sosial-ekonomi dalam hal kualitas belajar. Hal ini diperparah dengan adanya pandemi COVID-19.

Maka lahirlah kurikulum Merdeka yang tujuannya mendukung visi pendidikan Indonesia juga upaya pemulihan pembelajaran, Kurikulum Merdeka (yang sebelumnya disebut sebagai kurikulum prototipe) dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik,” urainya.

Di akhir materi H.joben mengharapkan kepada MAN 1 Vocational Kota Payakumbuh apabila ingin dikenal serta mencapai akreditasi Madrasah unggul, maka harus mempunyai tekad yang kuat, jangan takut untuk dicerca oleh publik tapi rangkullah untuk ikut bersama memajukan Madrasah guna mewujudkan Madrasah unggul yang berorientasi pada kurikulum 2023 “ Belajar Merdeka “ sehingga bisa meyakinkan publik sehingga menjadikan MAN 1 Vocational Kota payakumbuh ini menjadi Madrasah pilihan dan berprestasi serta bisa mencapai Akreditasi Madrasah unggul,” tutup H.Joben S.Ag.MA. Widya77/Algery

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News