Berkunjung ke Lubuk Basung, Kemenag 50 Kota Lihat Revitalisasi KUA dan Moderasi Beragama

Berkunjung ke Lubuk Basung, Kemenag 50 Kota Lihat Revitalisasi KUA dan Moderasi Beragama
Limapuluh Kota, SuhaNews – Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lima Puluh Kota dan rombongan berkunjung ke KUA Lubuk Basung kabupaten Agam, Rabu (2/3) guna melihat penerapan Revitalisasi KUA dan moderasi beragama.

H. Naharudin, didampingi Ketua Dharmawanita, Hj. Rina Naharudin, dan Plh. Kasubbag Tata Usaha, H. Zulwitra, , dalam sambutannya menyatakan banyak ilmu yang akan diserap dari KUA Kecamatan Lubuk Basung.

“Sebagai KUA yang yang sudah dibangun dari dana SBSN dan sudah lengkap fasilitas pendukung mewujudkan Revitalisas KUA, tentu banyak hal yang akan kita tiru di KUA ini. Kita berharap kepala KUA Lubuk Basung dan jajarannya mau berbagi kesuksesan ini dengan kami,” ucap kepala kantor.

Pada kesempatan itu, Naharudin mengurai, bahwa di Kabupaten Lima Puluh Kota, upaya Revitalisasi KUA masih dalam tahap proses ke arah itu. Di Lima Puluh Kota, dari 13 KUA Kecamatan yang ada, baru empat KUA Kecamatan yang di bangun dengan Dana SBSN dan sudah sesuai dengan standar Revitalisasi KUA. Naharudin berharap semoga Studi Tiru ini membawa perubahan bagi KUA Kecamatan di Lima Puluh Kota.

Dalam sambutan pamungkasnya, tak lupa kepala kantor mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam, H. Marjanis dan Kepala KUA Kecamatan Lubuk Basung, M. Nur Akhiar serta jajarannya yang telah menerima kunjungan ini dengan hangat.

Usai temu ramah, kegiatan dilajutkan dengan ekspose KUA Kecamatan oleh Kepala KUA Kecamatan Lubuk Basung, M. Nur Akhiar. Dalam paparnya, kepala KUA menyebut, KUA Revitalisasi adalah program dimana KUA bukan lagi hanya bergelut dengan Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk saja. KUA sudah menjadi Pusat Layanan Keagamaan. KUA menjadi perpanjangan tangan Kementerian Agama dalam upaya mencari solusi terhadap permasalahan umat.

BACA JUGA  Kembali ke Pasaman, Gusman Piliang Silaturrahmi dengan Bupati

KUA Revitalisasi harus Go Digitalisasi. Pelayanan berbasis digital sudah selayaknya dilakukan sebagai Transformasi Layanan Umat. KUA dan jajarannya harus fleksibel dalam berbuat dan berfikir. Potret lama bahwa KUA hanya milik satu agama saja harus dibuang jauh-jauh. Rasional dan nasional adalah standar pelayanan yang mesti diterapkan.
Kua revitalisasi juga wadah dalam penerapan Moderasi Beragama. Banyak program yang harus dilaksanakan oleh KUA Revitalisasi, sebut saja Pembinaan Keluarga Sakinah, Bimbingan Perkawinan bagi calon pengantin, dan Giat Bina Remaja Usia Sekolah, sebagai upaya mempersiapkan generasi agar sukses dalam berumah tangga nantinya. Maka dari sinilah, Jalinan kerjasama dengan lintas sektoral harus diperkuat, agar program Revitalisasi KUA dapat berjalan maksimal. Nina|Moentjak

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakProgram Makan Rendang, Upaya Berantas Rentenir di Tanah Datar
Artikulli tjetërBPBD Padang Panjang Dirikan Tempat Pengungsian Korban Gempa di Malampah