Lima Puluh Kota, SuhaNews — Membuka Kegiatan Pelatihan Di Wilayah Kerja (PDWK) Metodologi Pembelajaran bagi guru madrasah di Kabupaten Lima Puluh Kota, Senin (13/2), Kepala Kantor, H. Irwan menekankan Implementasi Moderasi Beragama di madrasah.
Di hadapan 30 orang peserta yang terdiri dari guru madrasah negeri dan swasta, kepala kantor menyebut pentingnya Moderasi Beragama dipahami oleh seluruh komponen madrasah. Sebagai salah satu dari 7 Program Prioritas Kementerian Agama, seluruh ASN wajib melaksanakan Moderasi Beragama di Madrasah.
“Penerapan Moderasi Beragama adalah momentum menciptakan kedamaian dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai salah satu dari 7 Program Prioritas Kementerian Agama, maka wajib bagi kita untuk melaksanakan Moderasi Bergama dimana saja, termasuk di madrasah,” jelas kepala kantor.
Didampingi Kasubbag Tata Usaha, Irfan Junaidi, kegiatan yang dihelat di Aula serbaguna kantor setempat, kepala kantor juga menyampaikan bahwa, seorang guru harus memiliki tujuan pembelajaran yaitu peserta didik yang memiliki karakter, yaitu Karakter knowledge, Karakter Kepribadian, dan Karakter Etos Kerja.
“Karakter Knowledge adalah peserta didik itu harus cerdas dan memiliki wawasan yang luas. Sementara karakter kepribadian adalah peserta didik harus berakhlak. Meskipun tinggi kecerdasan peserta didik, namun karakter akhlaknya tidak tercapai, maka ia akan menjadi orang yang tidak baik. Selanjutnya adalah Karakter Etos Kerja, yaitu peserta didik harus siap terjun ke lapangan sesuai dengan ilmu yang dimiliki, punya semangat kerja yang kuat, mampu bersaing dan memiliki jiwa yang patang menyerah,” urai kepala kantor.
Selanjutnya kepala kantor menyebut, karakter-karakter tersebut akan dapat dicapai dengan metodologi pembelajaran yang jitu. Dan ini erat kaitannya dengan Merdeka Belajar yang diprogramkan pemerintah, dimana peserta didik akan digembleng sesuai dengan potensi yang dimiliki. Kepala kantor menyebut, keberagaman karakter peserta didik adalah dinamika bagi tenaga pengajar untuk menciptakan peserta didik yang siap tampil dimana saja sesuai dengan keahliannya.
Mewakili Kepala Balai Diklat Keagamaan Padang, Widodo, Perencana Ahli Madya, sebagai Ketua Pelaksana, dalam laporannya menyebutkan, Kegiatan PDWK ini berkenaan dengan Metodologi Pembelajaran dengan peserta sebanyak 30 orang, berasal dari madrasah negeri dan swasta se Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan berlangsung dari 13 hingga 18 Februari 2023. Widodo menyebut, diklat ini diikuti oleh guru yang belum pernah mengikuti diklat yang sama. Tujuannya adalah agar metodologi Pembelajaran dapat dipahami oleh seluruh guru di madarsah, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. (Nina)
Berita terkait :
- Kemenag 50 Kota Masuk Calon Pilot Project PMPZI Tahun 2023
- Ikuti Bimtek Kurikulum Merdeka, Kepala MTsN 6 50 Kota Siap Jadi Lokomotor di Madrasah
- Sri, Penulis Best Seller “Tenanglah, Ada Allah” itu Guru MTsN 6 Limapuluh Kota
pdwk pdwk pdwk



Facebook Comments