Bukittinggi Menuju New Normal, Masjid Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

265
new normal
Bukittinggi, SuhaNews – Wagub Sumbar Nasrul Abit mengatakan bahwa pelaksanaan kehidupan baru (new normal) merupakan harapan dan kerinduan umat Islam untuk beribadah di masjid dengan tetap menjalankan protol covid-19. 

“Pemerintah Kota Bukittinggi telah menerapkan kebijakan 10 poin protokol kesehatan covid-19 dalam pelaksanaan ibadah sholat berjamaah di Masjid,” ujar Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Sabtu (30/5) di Masjid Mukhlishin Manggih Bukittinggi, saat meninjau persiatan Kota Wisata ini memasuki era New Normal.

Sepuluh poin protokol kesehatan yang harus diperhatikan, jelas Wagub Nasrul Abit, antara lain salat berjamaah di masjid Mukhlisin Manggis, wajib pakai masker, membawa sajadah masing masing dari rumah, berwudhu dari rumah, pemeriksaan suhu tubuh, suhu yang dibatasi lebih kurang 37,3 C, tidak membawa anak-anak, jaga jarak 1 meter, parkit di luar masjid, jemaah khusus warga Manggis dan tidak bersalaman.

“Gagasan ini cukup baik dalam mengantisipasi penyebaran covid-19 dalam menyongsong era new normal,” tambah Nasrul Abit.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit didampingi Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Sekdako Yuen Karnova, meninjau persiapan Bukittinggi dalam mememasuki fase New Normal.

Bukittinggi termasuk satu-satunya daerah di Sumatera Barat yang tidak memperpanjang pelaksanaan PSBB. Sementara 18 kabupaten/kota lain di Sumbar melaksanakan PSBB tahap ketiga.

“Tadi kita sudah lihat kesiapan masjid, dengan membuat batasan-batasan jemaah. Semua sudah tersedia sesuai dengan protokol Covid-19 dengan menyediakan thermogun, physical distancingnya dijaga, berwudhu dari rumah, membawa sajadah sendiri, khotbah hanya sepuluh menit, ini bisa menjadi role model nantinya bagi kabupaten/kota lain yang bersiap lepas dari PSBB menuju new normal,” sebut Nasrul Abit.

“Pengurus Masjid wajib memperhatikan dan melaksanakan standar Protokol Pencegahan Penyebaran covid-19 di rumah ibadah,” jelas Nasrul Abit menyampaikan pesan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.

Masyarakat, jelas Nasrul Abit, harus terbiasa disiplin melakukan prilaku protokol covid sebagai bagian dari kehidupan baru dalam masa pandemi covid-19 ini.

new normal“Dalam aktifitas ekonomi, pekerjaan, dan ibadah berjamaah, di Sumatera Barat, masyarakat sadar dan sudah membudayakan pakai masker, jaga jarak, pola hidup bersih, cuci tangan pakai sabun,” papar Wagub Sumbar ini.

Sementara Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, bersyukur karena dalam penerapan tatanan menuju kehidupan normal baru, Pemerintah Provinsi Sumbar mendukung penuh.

“Kita sudah mempersiapkan secara optimal semua sektor, terutama dari segi agama dan perekonomian,” ujar Ramlan Nurmatias.

Terkait dengan pelaksanaan salat berjamaah, jelas Ramlan, Pemko Bukittinggi telah mengatur sesuai protokol Covid-19. Bahkan posisi mimbar di masjid pun diatur. Ada jarak antara khatib dengan jamaah.

“Jamaah diminta membawa sajadah. Mereka pun diminta untuk tidak berjabat tangan dan berpelukan usai salat. Menganjurkan dalam ibadah sholat untuk menggunakan ayat-ayat pendek, mempersingkat pelaksanaan khutbah,” beber Wali kota Bukittinggi ini.

“Jamaah yang tidak menggunakan masker dikenakan sanksi membeli tiga masker,” ujar Ramlan.

Mereka yang tidak menggunakan masker, jelas Ramlan Nurmatias, tidak diperkenankan ikut salat berjamaah. Kemudian jamaah yang kurang sehat atau memiliki gejala demam, batuk, bersin juga tidak diperkenankan untuk salat berjamaah di masjid dan dianjurkan salat di rumah. Wewe

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...