Batusangkar, SuhaNews – Buku Biografi Bupati Irdinansyah Tarmizi berjudul Memeluk Langit Menjejak Bumi dibedah dan diluncurkan Selasa (15/12/2020) di Gedung Maharajo Dirajo, Batusangkar.
Buku karya IGPPL Kabupaten Tanah Datar ini berisi tentang Jejak Bupati Pejuang. Bedah buku dihadiri oleh Pimpinan Redaksi Harian Umum Singgalang Khairul Jasmi, Rektor IAIN Marjoni Imamora, Dewan Pendidikan Kabupaten Tanah Datar Arpinus, Kadis Dikbud Riswandi, Istri almarhum, Ny. Emi Irdinansyah Tarmizi dan keluarga.
Di samping itu juga hadir Forkopimda, CEO Media Guru Muhammad Ihsan, OPD kabupaten Tanah Datar, Pengawas pendidikan, Ketua MKKS, Merry Syarief Ouner Ermesia, berbagai Ormas seperti MUI, BAZNAS, Pemuda Muhamadiyah, BKPRMI, LKAAM Tanah Datar. PD Muhammadiyah, PD Aisyah Tanah Datar Dan para Undangan lainnya.
Koordinator Ikatan Guru Penulis danPenggiat Literasi (IGPPL) Tanah Datar Dra Anitra Wahyu Nor Harlina menyampaikan buku ini merupakan penghargaan kepada Bupati Tanah Datar Periode 2010-2015 Almarhum Drs Irdinansyah Tarmizi.
“Kepeduliannya kepada gerakan literasi untuk membuka dunía telah menginspirasi kami untuk mengabadikan kehidupannya pada sebuah karya buku,” jelas Anitra Wahyu Nor Harlina.
Buku biografi ini berhasil disusun, jelasnya, berkat kerja sama tim penulis serta bantuan dari pihak-pihak tertentu yang memiliki tujuan sama dengan kami. Buku ini dibuat untuk memberikan wawasan tambahan kepada para pembaca tentang pentingnya karakter atau kepribadian yang dibentuk sejak dini melalui lingkungan rumah tangga, lingkungan masyarakat, lingkungan pendidikan, dan organisasi.
“Buku ini merupakan hasil wawancara dan dialog dengan pihak keluarga (istri dan anak) dan bahan kumpulan berbagai berita yarg menyangkut berbagai kegiatan sehari-harí Almarhum selaku Bupati Tanah Datar,” jelas Anitra Wahyu Nor Harlina.
Sementara Pimpinan Redaksi Harian Singgalang, Khairul Jasmi berharap setiap bupati hendaknya memiliki otobiografi. Pada zaman Belanda, Camat punya catatan dan catatan itu diletakkan di legend namanya untuk mencatat kegiatan kegiatan harian,
“Diharapkan nanti ada seorang juru tulis yang mengikuti bupati setiap perjalanannya, mendengar apa yang dikatakan bupati tersebut untuk ditulis tentang kegiatan yang dilakukannya,” harap Khairul Jasmi, yang sudah menulis beberapa buku ini.
Buku otobiografi tidak ditulis oleh orang lain tetapi ditulis oleh bupati itu sendiri, Walaupun itu merupakan hasil tulisan dari juru tulisnya, itu lebih bagus dibanding ditulis oleh orang lain.
(Andra Datuak/Dajim)
Baca juga:



Facebook Comments