Bupati dan Wakil Bupati Solok Ikuti Pembekalan Kepemimpinan

solok
Epyardi Asda
Arosuka, SuhaNews  – Bupati dan Wakil Bupati Solok mengikuti Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri Tahun 2021 Gelombang III dan IV bersama Kementerian Dalam Negeri, Senin, 13 September 2021 secara virtual.

Selain Bupati Solok H. Epyardi Asda, Wakil Bupati Solok Jon F Pandu, dari Kabupaten Solok juga diikuti oleh Kabag Pemerintahan Drs. Syahrial, MM dan Sekretaris Kominfo Syafriwal. Peserta lainnnya adalah Bupati/Wakil Bupati serta Walikota/Wakil Walikota hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak tahun 2020, dengan total 137 orang.

Baca juga: Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Era Pandemi Covid-19

Kegiatan yang dibuka oleh Mendagri Tito Karnavian ini akan berlangsung 13 s/d 17 September 2021.

“Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan dalam Negeri tahun 2021 dilaksanakan dengan metode Virtual Syincrhonous Learning,” ujar Kepala Pengembangan SDM Kementerian Dalam Negeri Teguh Setia Budi.

Pembelajaran dilakukan dengan metode tatap muka (Virtual) dengan skenario pembelajaran tatap maya tahap pertama selama 5 hari. Dilanjutkan dengan proses coaching penyusunan rencana aksi Bupati/Walikota selama 2 minggu. Kemudian paparan rencana aksi Bupati/ walikota dan pembelajaran tatap maya tahap kedua selama 3 hari.

Panitia Pelaksana yakni Kepala Pengembangan SDM Kementerian Dalam Negeri Teguh Setia Budi melaporkan bahwa Pemerintah Daerah dituntut untuk mampu meningkatkan kualitas dan kapasitas daya saing daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemimpin daerah dituntut harus reaktif adaptis, responsif, inovatif dan kolaboratif dalam mencari solusi dan menyikapi setiap persoalan di daerahnya,” ujar Teguh Setia Budi.

Pemilihan kepala daerah tahun 2020, jelasnya menghasilkan 261 pasangan Bupati/wakil Bupati dan walikota/wakil walikota di seluruh indonesia.

Kepemimpinan kepala Daerah harus sepenuhnya mengacu kepada regulasi dan kebijakan yang ditetapkan pemerintah oleh sebab itu para Bupati/wakil Bupati serta Walikota/wakil walikota perlu pembekalan kepemimpinan pemerintahan,” jelas Teguh Setia Budi.

BACA JUGA  Tandatangani Perda APBD 2020, Bupati Solok: Pemda dan DPRD Mitra

Sementara Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa kegiatan pembekalan kepemimpinan Pemerintahan ini adalah program Reguler yang diselenggarakan Kemendagri sebagai Pembina dan pengawas pemerintah Daerah.

“Kepala daerah dituntut harus mengerti dan memahami tugas pokok dan fungsinya dalam konteks memimpin pembangunan daerah,” jelas Mendagri Tito Karnavian.

Kepada daerah harus memiliki Power, Follower dan Konsep yang jitu serta memahami UUD No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. (Wewe)

Baca juga:Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaBupati Agam Serahkan Dana Gebu BKMT Ampek Angkek
Artikel berikutnyaDitinggal Ronaldo, Juventus Belum Menang Dalam Tiga Pertandingan