Cegah Corona, Pemandian Aia Angek Bukit Kili Ditutup Sementara

Cegah Corona, Pemandian Aia Angek Bukit Kili Ditutup Sementara
Pengumuman penutupan objek wisata pemandian Aia Angek Bukik Kili Koto Baru.
Koto Baru, SuhaNews. Pengelola pemandian Aia Angek Bukit Kili Koto Baru menutup sementara objek wisata ini mulai Rabu (25/3). Penutupan ini dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona (covid-19), sekaligus mematuhi instruksi Bupati Solok.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Pemuda Aia Angek Rizki Nofrizal yang dihubungi SuhaNews, Rabu (25/3) siang yang didampingi ketua pengurus Masjid Al Ikhwan Muhammad Tantawi.

Ditambahkan oleh Rizky, selain penutupan pemandian Aia Angek, Rabu (25/3) juga dilakukan penggulungan tikar masjid yang biasa dipakai untuk shalat berjamaah maupun berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Namun Masjid tetap digunakan dan jamaah dianjurkan untuk membawa sajadah masing-masing.

Baca Juga : Bupati Solok Rumahkan ASN

Selain itu beberapa kegiatan rutin yang menghadirkan banyak jamaah untuk sementara ditiadakan, beberapa diantaranya sudah memiliki grup WA sebagai sarana komunikasi. Maka disarankan kegiatan tetap lanjut dengan diskusi di WA seperti majelis taklim, Remaja Masjid dan MDTA jika memungkinkan nanti juga belajar daring.

Terpisah, Wali Nagari Koto Baru Afrizal Khaidir membenarkan penutupan pemandian Aia Angek ini. Keputusan ini berdasar pada Instruksi Bupati Solok yang diputuskan bersama Pemerintah Nagari, Pemuda dan Pengurus Masjid Al Ikhwan.

Penyemprotan disinfecjtan di pemandian Aia Angek Bukit Kili dan masjid Al Ikhwan

“Penutupan dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan, atau hingga ada petunjuk dari Pemrintah terkait penanangan dan antisipasi virus corona (covid-19) ini,” ujar Afrizal.

Dalam kesempatan ini Afrizal juga menghimbau warga untuk selalu menjaga kebersihan diri dengan membiasakan mencuci tangan serta mengikuti anjuran dari Pemerintah tentang upaya pencegahan corona. Salah satunya tidak berkumpul dan selalu menjaga jarak.

“Dan yang tak kalah pentingnya adalah tidak beraktivitas dan keluar rumah untuk meminimalisir dampak virus corona (covid-19),” tutup Afrizal. Moentjak.

BACA JUGA  Satukan Visi, Wali Nagari Gauang Gelar Rakor Dengan Cendekiawan

Baca Juga :

 

Facebook Comments

loading...