Oleh : Feri Fren (Widyaprada BBPMP Sumbar)

Saat ini ada program baru yang diluncurkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam rangka mendukung Asta Cita Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo yakni Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Terintegrasi.
Ketiga sekolah tersebut memiliki fokus yang berbeda-beda. Sekolah Rakyat menyasar anak yang kurang mampu dengan konsep gratis, berasrama, dan fokus keadilan sosial. Sekolah Garuda diperuntukkan bagi siswa yang berprestasi di bidang sains/teknologi (internasional, berasrama, SMA saja). Sekolah Terintegrasi menyatukan jenjang PAUD sampai dengan SMA/SMK dalam satu sistem reguler dan bukan berasrama.
Baca juga: Pemda Tanah Datar Terima Lahan Seluas 9,5 ha, Sekolah Rakyat Tanjung Alam Segera Dibangun
Singkatnya, Sekolah Rakyat adalah tentang pemerataan, Sekolah Garuda tentang prestasi (unggulan), dan Sekolah Terintegrasi tentang efisiensi sistem pendidikan reguler. Presiden Prabowo menargetkan pembangunan 7.000 sekolah terintegrasi mulai tahun 2026.
Percepatan pembangunan sekolah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam pengentasan kemiskinan melalui pendidikan dengan memperluas akses pendidikan yang berkualitas, inklusif, adil dan berpihak pada masyarakat yang rentan serta memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing di seluruh Indonesia.
Sebagai program pendukung digulirkan program MBG (Makan Bergizi Gratis), pengecekan kesehatan gratis, dan jaminan kesehatan untuk murid. Dalam hal pengembangan sumber daya akan dilakukan peningkatan kapasitas guru dan penguatan manajemen sekolah.
Sebagai upaya untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai standar keamanan, tata ruang, dan keberlanjutan lingkungan terdapat lingkup pemenuhan kriteria kesiapan dalam pelaksanaan konstruksi pembangunan sekolah antara lain adalah sertifikat lahan, surat keterangan bebas sengketa, dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), dokumen lingkungan seperti analisis mengenai dampak lingkungan, upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan, analisis dampak lalu lintas, persetujuan bangunan gedung dan lain sebagainya.
Sekolah Terintegrasi memastikan layanan pendidikan berkualitas, menjadi rujukan bagi sekolah sekitar dalam menyediakan layanan yang efisien dan sesuai kebutuhan, serta menjadi pusat peningkatan dan keberlanjutan mutu pendidikan di satu wilayah.
Sekolah Terintegrasi merupakan jawaban atas pendidikan yang mampu menjangkau seluruh wilayah secara lebih merata sekaligus meningkatkan kualitas layanan pembelajaran. Hal itu dikatakan Arif Jamali Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul pada Konsolidasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 di Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Kemensos Setujui Pembangunan Sekolah Rakyat di Tanah Datar, Anggarannya 300 Miliar



Facebook Comments