Disnakerperin Kota Payakumbuh Menyediakan 51 Paket Pelatihan

dis
Payakumbuh. SuhaNews — Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kota Payakumbuh menyediakan 51 paket pelatihan dari Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Sumbar untuk berbagai bidang yang akan dilaksanakan di BLK Payakumbuh.

“Pelatihan direncanakan dimulai pada Februari 2021 mendatang dan ditargetkan dapat selesai sebelum Oktober. Sebab, satu paket pelatihan hanya akan bisa diikuti oleh 16 orang,” ujar Kepala Disnakerperin Kota Payakumbuh Wal Asri,

Ini menjadi peluang bagi warga karena banyaknya pekerja di Kota Payakumbuh yang di PHK atau dirumahkan akibat pandemi covid-19.

“Pelatihan ini memang tidak hanya diperuntukkan bagi  warga Kota Payakumbuh, namun, kami akan memaksimalkan pesertanya ini dari Payakumbuh,” tambah Wal Asri, sebagaimana dirilis Payakumbuhkota.go.id.

Dikatakan Wal Asri, kehadiran pelatihan ini memang dibutuhkan di situasi pandemi COVID-19 saat ini.

“Memang sudah banyak yang kembali bekerja saat ini. Namun, bagi yang masih belum bekerja dan berminat untuk mengikuti pelatihan ini dipersilahkan untuk mendaftarkan diri,” ujarnya.

Bagi yang memiliki usaha di bidang pelatihan yang digelar akan lebih diutamakan sebagai peserta. Harapannya untuk meningkatkan keahlian para pekerja tersebut untuk menghasil produk berkualitas.

Kepala Disnakerperin mengungkap beberapa bidang atau jenis pelatihan yang akan dilaksanakan di BLK Payakumbuh seperti teknisi telepon genggam, pengelasan, mekanik sepeda motor dan pelatihan membuat kue.

“Saat ini yang masih dibutuhkan itu yakni teknisi telepon genggam 20 orang, pengelasan 20 orang, mekanik sepeda motor 11 orang dan membuat kue 17 orang,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan bisa langsung mendatangi kantor Disnakerperin yang terletak di Padang Kaduduak.

“Tidak ada persyaratan khusus untuk jenjang pendidikan yang diminta. Namun, tentu untuk dapat mengikuti pelatihan ini akan ada penyeleksiannya,” ucapnya. (*/Wewe)

BACA JUGA  Bertambah 10 Warga Kab Solok Terkonfirmasi Covid-19

Baca juga:

 

Facebook Comments

loading...