FMKGI Kabupaten Solok, Satukan Sumbar Lewat LMPUN dan LLM

FMKGI Kabupaten Solok, Satukan Sumbar Lewat LMPUN dan LLM
Pengumuman lomba yang digelar oleh FMKGI .
Solok, SuhaNewsTepat pada Minggu, 19 Januari 2020,  Sembilan belas tahun sudah, FMKGI (Forum Musyawarah Kerja Guru Inti) Kabupaten Solok menggelar Lomba Mata Pelajaran Ujian Nasional (LMPUN). Artinya 19 tahun pula FMKGI menyatukan Sumbar melalui ajang uji kompetensi akademik ini.

“Sejak 2001, LMPUN tidak pernah berhenti digelar,” ujar Ketua FMKGI Kamislihi didampingi Sekretaris Ruspel Aiga.

Empat mata pelajaran selalu menjadi menu utama pada LMPUN ini, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA. Panitia berusaha meracik soal sebaik mungkin, mengikuti kisi-kisi Soal UN dari Kemdikbud.

“LMPUN ke-19 digelar pada 19 Januari 2020,” jelas Kamislihi.

Kamislihi

FMKGI Kabupaten Solok, jelas Kamislihi dan Ruspel, satu-satunya daerah yang menggelar LMPUN ini secara rutin, sejak digelar pada 2001 ini. FMKGI tetap eksis untuk menyatukan guru dan siswa se-Sumatera Barat dalam sebuah ajang lomba.

“Kegiatan ini termasuk salah satu kegiatan eduwisata,” jelas Ruspel.

LMPUN ini dipusatkan di tepian Danau Singkarak. Begitu selesai mengikuti ujian tertulis di beberapa sekolah yang ada di seputaran Singkarak ini, siswa dan guru pendamping menyatu di dermaga danau ysng sudah mendunia ini.

Sambil menunggu pemeriksaan hasil LMPUN, ‘wisatawan’ dadakan ini bisa menikmati keindahan Danau Singkarak, seraya menikmati suara merdu siswa SMP/MTs dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

“LMPUN dirangkai dengan LLM (Lomba Lagu Minang,” ujar Kamislihi.

LMPUN, jelas Kamislihi, diutamakan untuk siswa kelas IX. Namun, jika ada siswa kelas VII dan VIII yang ingin menguji kemampuan dalam menyelesaikan soal UN diberi kesempatan untuk ambil bagian. Sementara LLM hanya untuk siswa kelas VII dan VIII.

Ruspel

“Hanya sekolah yang mengikuti LMPUN yang bisa mengikuti LLM,” jelas Ruspel.

BACA JUGA  Seleksi ASN 2021, Pemerintah Priotaskan Tenaga Guru, Kesehatan, dan Teknis.

Sekolah, jelas Ruspel, bisa mengikutsertakan siswa pada LMPUN dan LLM. Bisa juga hanya mengikuti LMPUN. Panitia tidak menerima peserta yang hanya mengikuti LLM tanpa mengambil bagian pada LMPUN.

Pada LLM  nanti, jelas Kamislihi, ada enam lagu yang bisa dipilih oleh peserta, yakni Dek Marekan, Tangih Dirantau, Guguak Manyambah, Nyao Pulang Kabadan, Ampunkan Denai dan Rilakan Nan Tamakan.

“Pendaftaran peserta akan berakhir pada 16 Januari 2020,” jelas Kamislihi.

Peserta LMPUN yang memperebutkan uang tunai Rp5.500.000, tropi bergilir, tropi tetap, dan sertifikat ini, sudah bisa mendaftar sejak Desember 2019 ini. Undangan pun sudah disebar ke berbagai daerah di Sumatera Barat. Selain disampaikan melalui MKKS, ada juga undangan yang diantar langsung ke beberapa sekolah.

“Tahun ini kita membuka penndaftaran melalui online,” jelas Ruspel.

Sekolah bisa mengirimkan berkas pendaftarannya melalui https;://bit.ly33wXdnn atau melalui whatsapp, atau melalui telepon, serta diantar langsung ke panitia.

Seperti tahun sebelumnya, LMPUN ini diikuti oleh ribuan peserta. Kawasan Dermaga Singkarak akan kembali menjadi saksi bagaimana FMKGI Kabupaten Solok menyatukan Sumatera Barat melalui LMPUN dan LLM. Wewe

Baca Juga  :

MKKS SMP Kab. Solok Tebar Bantuan di Tiga Kabupaten

Anggota Masuki Purna Bhakti, MKKS Kab. Solok Gelar Acara

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaRayendra Kumar, Asal Solok Pemenang Sayembara Logo MTQ Nasional 2020
Artikel berikutnyaBawaslu Gelar RDK Terkait Pengelolaan Informasi