Limapuluh Kota, SuhaNews – Bencana yang hadir dan dirasakan masyarakat khususnya di Sumatra Barat beberapa waktu belakangan, menjadi salah satu alasan Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Muhammadiyah, Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, menggelar simulasi dan edukasi gempa bumi dan Kebakaran, untuk upaya peningkatan kesiapsiagaan.
Simulasi dan edukasi ini dilaksanakan selama dua hari, 28 dan 29 Mei 2024 di halaman pondok pesantren setempat. Kegiatan ini menghadirkan Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Limapuluh Kota. Selain seluruh santri, kegiatan diikuti oleh pimpinan, tenaga pendidikan dan kependidikan, tim dapur Al kautsar, Security, serta seluruh warga pondok pesantren.
Dua simulasi ini diawali dengan penyajian materi oleh kedua tim. Penanganan ketika bencana kebakaran dan gempa bumi disampaikan oleh tim dan didengarkan oleh seluruh peserta dengan teliti. Materi yang disajikan dimulai dari awal jika terjadi bencana, penanganan, hingga evakuasi yang harus dilakukan.
Setelah selesai sosialisasi, pendalaman materi dilanjutan dengan simulasi bencana. Untuk simulasi perdana dilakukan cara penanganan bencana kebakaran. Disela simulasi, Tim Damkar yang dipimpin Budi. S, mengatakan bahwa setiap jiwa harus punya kesadaran dan kepedulian terhadap keselamatan diri dan keluarga dengan mengetahui apa saja yang dapat menjadi sumber terjadinya kebakaran dan bagaimana cara mengatasinya.
Dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi ini, puluhan santri dan tenaga pendidik ikut serta menjadi relawan dan mempraktekkan cara memadamkan api yang benar. Dipandu oleh tim, para relawan dilatih mengendalikan sumber api supaya tidak menyebar dan menyebabkan terjadinya kebakaran.

Usai edukasi dan simulasi kebakaran, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi dan edukasi gempa bumi. Diawali dengan memberikan tanda sirine, dan seluruh santri mengikuti instruksi dan melakukan tindakan “Drop, Cover and Hold On”, artinya berlindung di bawah meja dan menjaga diri dari reruntuhan. Kemudian simulasi dilanjutkan dengan proses evakuasi menuju titik kumpul yang sudah ditentukan oleh tim.
Usai praktek penanganan dampak bencana kebakaran dan gempa bumi, Tim yang diwakili Anhar, mengapresiasi Pondok Pesantren Al Kautsar yang telah proaktif dalam simulasi dan edukasi bencana. Hal ini, ujarnya, merupakan langkah penting dalam menyelamatkan nyawa dan mengurangi resiko saat bencana terjadi. Melalui kegiatan ini ia harapkan kepada seluruh peserta, terkhusus para santri, agar dapat lebih siap dan sigap dalam menghadapi situasi darurat kebakaran dan gempa bumi, serta dapat memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat sekitarnya.
Menutup kegiatan, Pimpinan Pondok Pesantren, Dafri Harweli, mengapresiasi dedikasi dan kerja sama Tim BPBD dan Dinas Kebakaran Kabupaten Limapuluh Kota yang telah memberikan bimbingan, sosialisasi, dan edukasi terkait penanganan dan pencegahan bencana.
“Hal ini tentunya sangat bermanfaat bagi kita semua, agar kesadaran dan kepedulian kita bisa ditingkatkan lagi akan pentingnya menjaga keselematan diri dan keluarga serta orang-orang yang berada disekitar kita. Dengan kegiatan ini kami juga memiliki harapan, agar kita semua memahami bagaimana cara menyelamatkan diri, melindungi diri, termasuk mengevakuasi jika terjadi bencana,” ungkap Dafri.(Nina)
Berita Terkait :



Facebook Comments