SuhaNews – Sebulan lebih waktu berlalu, penyebab hilangnya 3 bocah berusia 7 tahun di Langkat, Sumatera Utara masih menjadi misteri.
Tiga bocah itu yakni Yogi Tri Herlambang, Nizam Auvar Reja, dan Alviza Zahr merupakan warga Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Langkat. Mereka hilang sejak Minggu (18/10) lalu. Puluhan saksi sudah diperiksa polisi, namun belum terungkap penyebab hilangnya ketiga bocah ini.
Dilansir dari detik.com, Sabtu (27/11/2020), Polisi sudah memeriksa 45 saksi. Kasat Reskrim Polres Langkat Iptu Muhammad Sahed Husen lewat Kanit Pidum Iptu Bram Chandra menyebut pemeriksaan dilakukan terhadap pihak operator alat berat, pihak perkebunan, dan masyarakat.
Polisi memeriksa para saksi untuk mengumpulkan bukti dan petunjuk lain agar kasus ini segera terungkap. Polisi belum membuat kesimpulan soal penyebab hilangnya ketiga bocah tersebut.
Tim gabungan dari Polda Sumut, Polres Langkat, dan Polsek Salapian dibentuk untuk mencari ketiga bocah tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan olah TKP, ada dugaan tindak pidana penculikan.
“Polisi belum mau membeberkan lebih lanjut dugaan penculikan tersebut, polisi masih mengimbau kepada masyarakat jika ada informasi tentang ketiga anak tersebut agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian,” ujar Bram.
Polisi juga masih terus mencari ketiga anak tersebut. “Polisi masih terus mencari keberadaan tiga anak hilang itu sejak Minggu (18/10) yang lalu,” sambungnya.
Area pencarian tiga bocah hilang tersebut ditutup bagi kegiatan orang-orang yang mengaku pananormal hingga YouTuber. Mengapa?
Penutupan area pencarian bagi kegiatan paranormal dan YouTuber ini diketahui dari video viral di salah satu kanal YouTube. Dalam video tersebut, terlihat papan bertulisan ‘Mohon maaf kegiatan paranormal-YouTuber di Dusun Pulka Ditutup’.
Camat Salapian, Saleh, mengatakan hal tersebut dilakukan warga untuk memudahkan petugas yang melakukan pencarian. Hal itu juga dilakukan warga untuk mencegah kerumunan saat pandemi Corona.
“Artinya, ngapainlah masuk ke dalam kalau orang-orang itu istilahnya nggak tahu kita bagaimana, bikin pusing, ramai kali. Ini kan situasi COVID. Kan gitu, ngapain ramai-ramai jadi masyarakat maunya kan takut dia nanti ada penyakit COVID pula kan di dalam ramai-ramai kan gitu,” ujar Saleh, Kamis (12/11).
Upaya-upaya Pencarian
Sebelum tim gabungan dibentuk, Polda Sumut sudah melibatkan anjing pelacak untuk mencari keberadaan ketiga bocah. Awal November, pencarian ketiga bocah yang hilang itu difokuskan di dalam kawasan perkebunan kelapa sawit milik PT LNK.
Pencarian dilakukan di area perkebunan dalam jarak seluas 100 hektare. Lokasi perkebunan disisir karena diduga ketiganya tersesat di dalam kawasan kebun, termasuk ke perbatasan perkebunan dengan waduk Pulka.
Pencarian sekitar timbunan tanah penggalian parit di dalam perkebunan dengan menggunakan alat berat juga dilakukan. Namun ketiga bocah itu belum ditemukan.
Orang tua tentu khawatir karena anaknya hilang tak ada kabar. Ada orang tua korban yang sempat bantuan paranormal. Orang tua Tri Yogi Herlambang, Susilawati, mengaku sempat melakukan cara spiritual dengan menggunakan jasa paranormal. Dia mengatakan paranormal menyebut anaknya beserta dua temannya dibawa pergi oleh makhluk gaib. Dia hanya berharap anaknya bisa kembali ke pangkuannya.
Sebelum dilaporkan hilang, ketiga bocah itu awalnya terlihat bermain. Saksi sempat menyebut ketiga anak itu awalnya melihat-lihat alat berat yang sedang bekerja mencuci parit batas sekitar pukul 10.30 WIB. Alat berat itu kemudian berhenti bekerja dan pindah lokasi berjarak 1 km.
Para saksi kemudian melihat ketiga anak tersebut bermain perosotan di bekas timbunan tanah. Sekitar pukul 11.00 WIB, saksi Efi melihat ketiga bocah itu bermain di dekat pos palang kembar area perkebunan PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) Kebun Tanjung Keliling. Hingga pukul 14.00 WIB, anak-anak tersebut tak kunjung pulang.
Sempat juga muncul dugaan ketiga bocah tersebut terjatuh di dalam tanah bekas korekan backhoe. Tim sudah mengecek areal galian yang disebut sebagai lokasi awal hilangnya ketiga bocah itu.
Sumber: detik.com
Baca juga:



Facebook Comments