SuhaNews. Diantara sembilan korban meninggal pada musibah longsornya lubang tambang di Ranah Pantai Cermin kec. Sangir Batang Hari Kab. Solsel pada Sabtu (18/4) lalu, Fitri yanti alias Ipit (38) menjadi satu-satunya korban wanita.
Dikutip dari Klikpositif.com, kepergian almarhumah ipit meninggalkan pilu mendalam bagi ketiga anaknya. Mereka kini jadi yatim piatu setelah sang ayah meninggal lima bulan yang lalu. Hal ini diungkapkan oleh Rahman Rajo Bungsu, saudara jauh dari Fitri Yanti alias Ipit.
“Suaminya meninggal dunia lima bulan yang lalu, meninggal biasa bukan karena mendulang emas,” kata Rahman.
Berita Terkait :Â 9 Warga Solsel Tertimbun di Tambang Ilegal Talakiak
Rahmah mengatakan almarhumah Fitri Yanti memiliki anak perempuan tiga orang, yang tertua sudah berkeluarga dua orang masih dalam tanggungan.
“Anaknya yang nomor dua saat ini sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Padang dan nomor tiga masih kelas dua SD,” ujarnya.
Tanggung jawab dan rasa sayang pada anak-anaknya membuat Ipit melakukan pekerjaan sebagai penambang emas, almarhumah tidak ingin anaknya putus kuliah dan tetap berupaya memenuhi kebutuhan anak-anaknya.
Ditambahkan Rahman, di tengah situasi saat ini hasil pertanian seperti karet, pinang dan manggis yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga, harganya turun drastis, sehingga hasil panen tidak mencukupi biaya kehidupan.
“Dalam usahanya mewujudkan keinginan inilah almarhumah mencoba peruntungan mendulang emas dengan mengajak adik kandungnya Buyung Suhardi untuk menemani ke lokasi tambang,” ulasnya.
Namun takdir berkata lain. Usahanya tertunda, sebab Almarhumah bersama adiknya adalah dua orang dari sembilan korban yang meninggal di lokasi tambang pada Sabtu 18 April 2020.
Rahman berharap akan ada pihak-pihak yang peduli sehingga anak almarhum bisa melanjutkan pendidikannya.
“Sudah tidak ada lagi tempat bergantung bagi anaknya, semoga anak almarhum bisa tetap melanjutkan pendidikannya,” harapnya.
Almarhum Buyung Suhardi imbuhnya, juga meninggalkan dua orang anak yang saat ini sekolah di SMP dan SD.
editor :Â Zulkifli sumber :Â Klikpositif
Baca juga :



Facebook Comments