Jamaah Padati Lapangan Panyakalan Gelar Salat Ied

jamaah
Panyakalan, SuhaNews. Ratusan jamaah dari berbagai jorong di nagari Panyakalan memadati lapangan bola untuk mengikuti salat Idul Adha yang digelar PHBi Panyakalan, Jumat (31/7).
Bertindak sebagai khatib, Drs Asriwandi. Sebelumnya pada Kamis (30/7) juga digelar takbiran.

Sebelum Sholat dilaksanakan ketua PHBI Nagari Panyakalan M.Taufiq Dt Rj Batuah SP. MP. Menyampaikan laporan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh PHBI tahun 2019/2020. Seperti kegiatan peringatan hari hari besar islam yang diisi dengan berbagai perlombaan serta tabliqh akbar.

Sementar khatib Drs.Asriwandi dalam khutbahnya menyampaikan perintah berqurban sejatinya sudah ada semenjak Nabi Adam.
Suatu ketika, Allah memerintahkan Habil yang merupakan ahli peternakan dan Qobil yang ahli di bidang pertanian untuk berkurban.

“Ceritakanlah (Muhammad) kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al Maidah: 27)

Saat diperintahkan berkurban, Qabil merasa sayang dengan hasil perkebunannya. Karena itu, dia berkurban dengan hasil panen buah-buahan yang busuk. Sementara Habil, berkurban dengan penuh keikhlasan menyembelih hewan terbaik yang dimilikinya.  Keikhlasan Habil, dilandasi oleh ketundukan dan ketakwaan perintah Allah membuat kurbannya diterima.

Demikian juga dengan kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah untuk menyemblih putranya Isamail.karena keihklasan dan kepatuhannya kepada perintah Allah akhirnya diganti dengan seekor domba.

Ustadz Asriwandi juga mengajak jamaah berqurban dengan dasar keimanan dan ke ihklasan karena Allah dengan mengikuti syari’at yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW.
.
Seperti diceritakan oleh Ali bin Abi thalib dalam sebuah hadist riwayat Muslim.

“Rasulullah SAW memerintahkanku untuk mengurusi unta-unta kurban beliau. Aku menyedekahkan daging, kulit, dan jilal-nya (kulit yang ditaruh pada punggung unta untuk melindungi dari dingin). Aku tidak memberi sesuatu pun dari hasil sembelihan kurban kepada tukang jagal. Beliau bersabda, ‘Kami akan memberi upah kepada tukang jagal dari uang kami sendiri'” (HR. Muslim).

reporter : Oca editor : Moentjak

BACA JUGA :

Facebook Comments

loading...