Jembatan Kayu Gadang Ambruk, 1 Pekerja Meninggal dan 4 Terluka

314
ambruk
Petugas penyelamat sedang melakukan evakuasi korban akibat ambruknya jembatan gantung di Lubuk Alung, Padang Pariaman. Foto BPBD Padang Pariaman
SuhaNews. Satu pekerja meninggal dunia dan 4 lainnya terluka dalam peristiwa ambruknya jembatan Kayu Gadang, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan ambruk saat dilakukan pembongkaran, Selasa sore (2/6/2020) pukul 16.20 WIB dan sudah ditangani oleh pihak berwenang.

Dilansir oleh BeritaMinang.com, Kalaksa BPBD Padang Pariaman, Budi Mulya memastikan lima orang korban dalam kejadian itu, seorang diantaranya meninggal dunia. Untuk korban saat ini sudah dilakukan evakusi ke RSUD Padang Pariaman. Begitu juga dengan korban yang meninggal, sudah dibawa ke rumah sakit umum daerah Padang Pariaman.

Keempat korban yang mengalami luka berat yakni, Adek (35) warga Korong Buayan, Nagari Buayan, Kecamatan Batang Anai sebagai pekerja dengan kondisi luka berat. Kemudian, Pen (45) warga Korong Silisian, Nagari Sungai Buluh Timur, Kecamatan Batang Anai dengan kondisi Luka Berat.

Korban luka berat lainnya yakni David (30) warga Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang dan Edo (28) warga Kayu Gadang, Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung. “Dan seorang lagi meninggal atas nama Haibul Rasyid Hasibuan (27), warga Padang Sidempuan, Sumatra Utara,” katanya.

Sebelumnya, mengutip harianhaluan.com, kronologis ambruknya dimana jembatan tersebut dibongkar karena akan dilakukan pembangunan jembatan permanen dengan nilai kontrak sekitar Rp22 miliar yang dananya dari pemerintah pusat. Untuk membangun jembatan tersebut maka pihak kontraktor membongkar jembatan darurat yang dibangun pada akhir 2017 serta sisa jembatan yang lama.

Namun, saat pekerja melanjutkan membongkar sisa jembatan di sisi lainya jembatan itu ambruk saat pengerjaan. Pihaknya saat ini sedang mengkaji penyebab ambruknya jembatan yang sedang dibongkar tersebut. Diketahui, jembatan ini dalam proses perbaikan pascarusak akibat dihantam banjir 2017 silam.

Dimana, Pemerintah Pusat mengucurkan dana sebesar Rp25 miliar untuk perbaikan. Jembatan ini juga berfungsi sebagai jalur alternatif menuju venue utama kegiatan Musabaqah Tilawatu Quran (MTQ) yang akan dilaksanakan tahun ini di Stadion Utama Sumbar.

editor : Moentjak sumber : BeritaMinang.com

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...