Kemenag Padang Pariaman Selenggarakan Seminar Profesionalitas Guru Madrasah dan Pelantikan Pengurus MGMP MTs

Kemenag Padang Pariaman Selenggarakan Seminar Profesionalitas Guru Madrasah dan Pelantikan Pengurus MGMP MTs
Pariaman. SuhaNews. Bertempat di MTsN 4 Tandikat Padang Pariaman pada Kamis (4/2) Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Padang Pariaman Dr. H. Helmi, M.Ag melantik dan mengukuhkan Pengurus 14 MGMP Madrasah Tsanawiyah dan Koordinator MGMP Kabupaten Padang Pariaman.

Pada arahannya Dr. Helmi menyampaikan bahwa Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), adalah suatu organisasi profesi guru yang bersifat non struktural yang dibentuk oleh guru-guru di Sekolah Menengah (SMP/MTs atau SMA/SMK/MA) di suatu wilayah sebagai wahana untuk saling bertukar pengalaman untuk meningkatkan kemampuan guru dan memperbaiki kualitas pembelajaran.

Selanjutnya, Dr. Helmi yang alumni Program Doktor UIN Imam Bonjol Padang menegaskan bahwa selain ditingkat sekolah, MGMP pun memiliki wadah yang lebih luas ditingkat kabupaten/kota. Hal ini untuk lebih mencakup permasalahan-permasalahan yang ada pada guru, sehingga kesenjangan yang ada pada guru bisa diminimalkan, sehingga mereka dapat lebih mengetahui permasalahan dan solusinya dari hasil pertemuan kelompok kerja tersebut secara menyeluruh.

Kemenag Padang Pariaman Selenggarakan Seminar Profesionalitas Guru Madrasah dan Pelantikan Pengurus MGMP MTs

“MGMP memiliki peran strategis sebagai ujung tombak komunikasi antara para pendidik, selain itu MGMP merupakan salah satu sarana interaktif solusi masalah yang dihadapi guru mata pelajaran, juga melalui MGMP guru bisa berbagi ilmu dan pengalaman, serta MGMP menjadi tempat bertukar informasi, silaturahmi, dan MGMP sebagai wadah peningkatan kompetensi guru,” urai Dr. Helmi mengakhiri arahannya.

Rangkaian kegiatan selanjutnya dilaksanakan Seminar Nasional dengan tema Melalui Profesionalitas Guru Kita Wujudkan Madrasah Hebat dan Bermartabat dan sebagai narasumber Prof. Dr. H. Syafruddin Nurdin, M.Pd. Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang dan Drs.H.M. Djunis Yahsar Koto Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Padang Pariaman.

Pada seminar dimaksud, Prof. Syafruddin Nurdin menyampaikan bahwa ternyata pendidikan kita tidak cukup memberikan pengetahuan, pendidikan tidak cukup membuat seseorang mengetahui segala sesuatu, tapi penting untuk mengarahkan subjek pendidikan yaitu anak-anak kita untuk bisa melakukan apa yang menjadi pengetahuannya.

BACA JUGA  MAN 1 Solok Awali Semester Baru Dengan Thaharah

Menurutnya, dalam konteks pembangunan pendidikan, sekolah tidak hanya menjadi tempat siswa untuk membangun pengetahuan. Tujuan pembangunan pendidikan yang dicanangkan UNESCO, tidak hanya menjaga anak menjadi subjek yang mengetahui segala sesuatu, akan tetapi siswa pun dapat memilih mana pengetahuan yang baik atau buruk.

Ia mengatakan, ada tiga tahapan siswa dalam pendidikan, pertama adalah knowing, yaitu siswa menjadi serba tahu. Kedua adalah doing, mampu melakukan tindakan yang sesuai dengan pengetahuan. Yang terakhir adalah being.

“Jadi tahapannya bukan hanya serba tahu, akan tetapi kemudian mampu melakukan apa yang menjadi pengetahuan. Selanjutnya, selain menjadi knowing dan doing, yang ketiga yang penting adalah menjadi sesuatu, being. Bukan menjadi orang yang berpengetahuan tapi tidak menjadi sesuatu dan malah menjadi trouble maker,” ujarnya.

Lebih lanjut Prof. Syafruddin menguraikan bahwa peran guru adalah mereka yang bisa menyatukan head (otak), hand (ketrampilan), dan heart (spiritual). Menyatunya 3H tersebut adalah kunci para guru untuk membina manusia Indonesia seutuhnya. Oleh karena itu, pendidikan kompetensi saja tidak cukup. “Anak didik juga harus dibekali dengan pendidikan leadership dan entrepreneurship. Jadi, dalam diri murid akan terjalin ikatan yang kuat antara ketajaman intelektualitas, kedalaman hati, dan kedewasaan dalam bertindak,” paparnya.

Prof. Syafruddin berujar, hal itu sejalan dengan hakekat pendidikan dalam konteks pembangunan nasional, yaitu sebagai pemersatu bangsa, pemberi hak dan kesempatan yang sama, dan pengembangan potensi diri.

“Esensi pendidikan adalah memanusiakan manusia, bukan menciptakan robot-robot,” tegasnya.

Selanjutnya, H. Djunis Yahsar Koto yang Ketua BWI Kabupaten Padang Pariaman menyampaikan tentang pentingnya wakaf berupa uang bertujuan untuk pemberdayaan umat dan potensi wakaf uang sangat besar di Kabupaten Padang Pariaman.

BACA JUGA  Menjelang Parak Siang, 3 Pasangan Mesum Diamankan Satpol PP

Kegiatan pelantikan dan pengukuhan MGMP MTs Kabupaten Padang Pariaman serta seminar ini dihadiri juga oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman, Kepala dan Majelis Guru MTsN 4 Padang Pariaman dan diikuti oleh puluhan peserta dari Kepala dan Majelis Guru MTs di Kabupaten Padang Pariaman dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

reporter : Asep editor : Moentjak

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...