Kenal Melalui Facebook, Pemuda Lubuk Alung Setubuhi Remaja Jolong Gadang

kenal
SuhaNews –  Kenal melalui facebook, seorang gadis jolong gadang menjadi korban nafsu bejat seorang pemuda di Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Baru pertama kali bertemu, pemuda menyetubuhi gadis 16 tahun di sebuah pondok kosong milik warga. Kini pelaku sudah diamankan oleh Polres Padang Pariaman.

“Pelaku merupakan warga Lubuk Alung yang baru kenal dengan korban melalui media sosial, faceboook,” ujar Kapolres Kota Pariaman, AKBP Deny Rendra Laksmana.

Dari pengakuan pelaku ujar Kapolres, diantara mereka hanya sebatas teman. Mereka  baru kenal di media sosial facebook,” ujar Deny, Kamis (18/2/2021) sebagaimana dilansir Indeksnews.com.

Itu kali pertama pelaku dan bertemu dengan remaja 16 tahun, yang menjadi korban. Mereka membuat janji untuk melihat pesta perkawinan.

“Saat melihat pesta perkawinan itu pelaku berangkat bersama dua orang temannya menggunakan dua sepeda motor,” jelas Deny Rendra Laksmana.

“Satu sepeda motor ditumpangi dua teman pelaku, sedangkan satunya lagi ditumpangi oleh pelaku bersama korban. Kejadian melihat pesta perkawinan itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, pada Rabu (3/2/2021),” jelasnya menceritakan kronologis kejadian.

Namun sepulang melihat acara pesta tersebut, pelaku mengajak berhenti di sebuah pondok kosong dan jauh dari keramaian di daerah Sungai Geringging, Padang Pariaman, untuk beristirahat.

Selanjutnya, mereka bermalam di sana dan aksi itu dilakukan pelaku sekitar pukul 10.00 WIB nya. Setelah dua orang temannya disuruh untuk pergi mengambil nasi.

“Jadi pada saat temannya pergi, pelaku yang saat itu hanya berduaan di dalam pondok tersebut, langsung mengajak korban untuk berhubungan layaknya suami istri dengan cara membujuk korban akan memberi makan. Tapi korban menolak, namun pelaku tetap melancarkan aksinya meski korban berontak,” katanya.

BACA JUGA  Sadis, Cegah ibunya Diperkosa, Bocah 9 Tahun Tewas Dibacok Pelaku

Deny mengatakan, korban tidak terima apa yang dilakukan pelaku dan menceritakannya kepada orang tuanya, kemudian melaporkan hal tersebut ke polisi.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan dengan pasal 81 ayat (1) dan Pasal 82 ayat (1) tentang Perlindungan Anak. Pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun. (*)

Baca juga:

Facebook Comments

loading...