KPAI Temukan Sejumlah Masalah pada Pembelajaran Tatap Muka

kp
SuhaNews – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memantau sekolah di 17 kabupaten kota di Indonesia yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). KPAI menemukan sejumlah masalah dalam PTM ini. 

Masalah yang ditemukan seputar penerapan protokol kesehatan, hingga jenjang sekolah yang dibolehkan untuk melakukan tatap muka. Pemantauan itu menggunakan indikator surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan, pemantau dilakukan melalui pengawasan langsung oleh KPAD, jaringan guru Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), dan pemberitaan di media massa.

Dalam temuan tersebut, Sumbar adalah salah satu dari 4 provinsi yang menggelar belajar tatap muka di tingkat SMA.

“Yang lainnya lebih banyak membuka belajar tatap muka di tingkat Paud-SMP. Hanya 4 yang membuka di tingkat SMA,” kata Retno dalam keterangan tertulis, Minggu (31/1/2021).

Empat daerah itu adalah Provinsi Riau, Sumatra Barat, NTB dan Kalimantan Barat.

Kemudian dikatakan, belum semua daerah mewajibkan tes antigen untuk pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Untuk Pemko Padang, sejauh ini hanya mewajibkan untuk pendidik dan tenaga kependidikan saja.

Selain itu waktu pelaksanaan pembelajaran tatap muka sekolah di Padang juga telah sesuai dengan SKB 4 menteri, yaitu 3 jam per hari. Namun, ternyata hal yang sama tidak diterapkan di beberapa sekolah lainnya.

Ia mengatakan, masih ada sekolah di Lombok Barat yang menggunakan sistem shift 8 jam per hari. Hal tersebut tentu saja meningkatkan risiko tertular covid-19 bagi para guru karena terus bekerja dalam ruangan lebih dari 4 jam.

Selain Kota Padang, KPAI juga menemukan bahwa ada daerah yang menggelar PTM mulai dari jenjang TK sampai SMA, seperti di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Padahal, dalam SKB 4 Menteri pembukaan sekolah harus bertahap jenjangnya. PAUD dan TK belum disarankan dibuka di awal.

BACA JUGA  Akhirnya Pertamina Turunkan Harga BBM

Kemudian, seluruh daerah yang melaksanakan sekolah tatap muka tidak memetakan materi pembelajaran yang mudah, sedang dan sulit di tiap mata pelajaran dan mengharuskan materi sulit dan praktik saja yang dibahas dalam PTM. Materi mudah dan sedang dapat dibahas melalui PJJ.

Hanya sedikit sekolah yang menggelar uji coba PTM, salah satunya di wilayah Kabupaten Kotawaringin, hanya 2 SMP Negeri yang ujicoba PTM. Sedangkan di Kabupaten Semarang PTM digelar terbatas di SD dan SMP Negeri khusus untuk siswa kelas akhir. (*)

Baca juga:

Facebook Comments

loading...