M.Subhan; Enam Point Penting Dalam Menulis Cerpen

M.Subhan; Enam Point Penting Dalam Menulis Cerpen
SuhaNews. Menjadi Narasumber pada Workshop Kepenulisan yang digelar oleh UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bung Bukittinggi, Rabu (16/6) lalu, Muhammad Subhan menyampaikan enam point penting menulis cerpen.

Setidaknya ada enam poin penting untuk melahirkan sebuah cerita pendek (cerpen) yang bagus, di antaranya: tentukan topik cerita, buat sinopsis, ciptakan tokoh dan penokohan, hadirkan konflik yang menarik, buat seting sedetail mungkin, dan ending yang mengejutkan.

Hal itu paparkan Muhammad Subhan yang akrab disapa “Uda Subhan”, dalam kegiatan Workshop Karya Tulis yang digelar UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bung Bukittinggi, Rabu, 16 Juni 2021, lalu.

Muhammad Subhan adalah seorang penulis, pegiat literasi, dan motivator kepenulisan nasional. Beberapa buku karyanya, adalah: “Bensin di Kepala Bapak” (Kumpulan Cerpen), yang merupakan satu di antara 16 buku pilihan pada Apresiasi Penulis Sumatra Barat yang ditaja Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumatra Barat. Buku ini juga yang mengantarkan beliau untuk mengikuti Musyawarah Sastrawan Nasional Indonesia (Munsi) II di Jakarta pada 2017 lalu.

Selain itu, Novel “Rumah Di Tengah Sawah”, juga merupakan salah satu buku lolos kurasi Ubud Writer and Reader Festival (UWRF) tahun 2017 dan membawanya ke Bali bersama penulis-penulis Indonesia lainnya. Juga ada Novel “Rinai Kabut Singgalang” (2011), dan Kesaksian Sepasang Sandal (Kumpulan Puisi, 2015), serta karya lainya. Selain di Indonesia, laki-laki yang murah senyum ini melakukan perjalanan jurnalistik dan sastra ke Malaysia dan Singapura.

Dalam Workshop yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 14 hingga 16 Juni 2021, itu Uda Subhan tampil sebagai pemateri pertama di hari ke tiga. Materi presentasinya berjudul “Menulis Cerpen, Mengolah Imajinasi”. Ia mengurai bagaimana sebuah cerpen bisa sampai kepada pembaca. Pemilihan topik cerita yang menarik akan memungkinkan pembaca mengerutkan dahi dan membuat penasaran, sehingga tertarik untuk membaca hingga titik paling akhir.

BACA JUGA  Fairus Syatul Qalbi Siswi MAN 1 Bukittinggi Go Internasional Pada Ajang AYIMUN

Konflik yang bikin greget juga menjadi daya tarik seseorang untuk terus dan terus lagi menikmati sebuah cerpen. Ditambah dengan seting cerita yang menggambarkan tempat dan suasana sedetail mungkin, akan membawa pembaca seolah berada di dalam suasan itu.

“Tapi ingat, penggambaran setingan dalam cerpen juga tidak boleh berlebih-lebihan seingga inti dari penggambaran itu sendiri menjadikan pembaca bingung. Sebuah cerpen lahir dari sebuah rasa. Maka tulislah cerpen dengan menggunakan rasa,” begitu Uda Subhan menekankan.

Satu hal lagi ditambahkan Uda Subhan, adalah opening dalam sebuah cerpen itu harus semenarik mungkin, sehingga pembaca memiliki penafsiran berbeda-beda tentang isi cerpen tersebut, yang nantinya akan mengantarkan pembaca untuk lagi dan lagi dalam membacanya. Bukan hanya opening, ending juga akan menentukan keindahan sebuah cerpen.

Ada ending yang jelas dan dirasakan oleh pembaca. Namun ada ending cerita yang menggantung, pembaca menerka-nerka akhir ceritanya, apakah begini atau begini. Di sanalah kesuksesan sebuah cerpen akan dinilai.

Pada workshop tersebut, Uda Subhan, yang juga merupakan Kepala Sekolah Kelas Menulis Daring (KMD), sukses menghangatkan suasana workshop dengan diskusi-diskusi menarik pada akhir setiap topik yang beliau sampaikan. Berbagai pertanyaan muncul. Dan tentu saja, segala kebingungan peserta seputar cerpen, dapat beliau urai. Beberapa latihan yang beliau berikan, juga membuat seluruh peserta semangat dalam berlatih menulis.

Sebuah ungkapan penyemangat pun lahir dari mulut pria 40 tahun ini pada akhir acara. “Dari 30 orang peserta workshop ini, akan lahir 30 orang penulis hebat”. Kalimat yang serentak diaminkan oleh semua peserta. (Nina)

Berita Terkait : 

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaRapat Paripurna DPRD: Bupati Agam Setujui Ranperda Tentang Transportasi Darat
Artikel berikutnyaPolsek X Koto Diatas Gelar Operasi Yustisi di Titi Bagonjong Sulit Air