SuhaNews. Semakin mewabahnya Covid-19 di Sumatera Barat, maka untuk antisipasi penularan, MAN 1 Pasaman memperpanjang masa belajar di rumah hingga 20 April mendatang. Keputusan ini disampaikan kepala MAN 1 Pasaman, Drs Darwin dalam rapat majelis guru selasa (31/03).
Darwin menyampaikan keputusan memperpanjang home learning ini Berdasarkan surat edaran Menteri Agama No 5 tahun 2020, surat Dirjen Pendis B-686 tahun 2020 tentang Mekanisme Pembelajaran dan Penilaian dalam masa darurat covid-19.
Hal tersebut senada dengan instruksi Gubernur Sumatera barat dan Surat Edaran Bupati Pasaman tentang perpanjangan masa kerja ASN.
Seiring perpanjangan home learbing tersebut, Darwin menekankan pada majelis guru bahwa Tugas pembelajaran pada masa belajar dari rumah dilakukan dengan ketentuan: Dapat bervariasi antar siswa sesuai dengan bakat/minat masing-masing. Tugas yang diberikan dipastikan diselesaikan siswa tanpa harus keluar rumah.
Berita Terkait : Dampak Corona, Siswa MAN 1 Pasaman “Dirumahkan”
Tugas-tugas tidak membebani siswa sehingga cukup waktu istirahat, Pembelajaran yang diberikan bersifat bermakna (tanpa mengejarkan target KI/KD untuk kenaikan kelas/kelulusan siswa). Pembelajaran bermakna antara lain seperti penguatan nilai karakter/akhlak, pendidikan kecakapan hidup, tugas literasi, keterampilan beribadah siswa, hafalan hadits/ayat al-quran dll.
Terakhir, Darwin berharap agar seluruh guru dan pegawai MAN 1 Pasaman senantiasa berdoa setiap selesai shalat fardu agar terhindar dari penyakit yang mewabah ini dan sehat selalu. Darwin juga mengharapkan agar hal yang sama disampaikan kepada setiap peserta didik melalui wali kelas masing-masing.
“Mari kita sama-sama berdoa agar wabah ini cepat berlalu. Mudah-mudahan salah satu doa kita atau anak-anak kita yang menghafal quran diijabah Allah swt, ” ujar Darwin diamini seluruh guru dan pegawai.
Sementara itu, Kaur TU MAN 1 Pasaman, Yuhendri menyampaikan bahwa selama siswa belajar di rumah, guru pun juga mengajar dari rumah. Karena itu, absensi dengan finger print telah ditiadakan dan diganti dengan absen manual. Selama Teach From Home (TFH), kehadiran guru diakomodir dengan absensi online dan dibuktikan dengan mengirim laporan kinerja harian ke atasan langsung setiap hari.
reporter : Andri editor : Wewe
Baca Juga :




Facebook Comments