MAN 1 Solok Ajak Siswa Lestarikan Budaya Minang

Siswa MAN 1 Solok belajar budaya lokal.

Koto Bau, SuhaNews. Lewat implementasi kurikulum, MAN 1 Solok perkenalkan budaya kepada siswanya sebagai salah satu bentuk menjaga kearifan lokal oleh madrasah. Ini dilakukan madrasah yang telah meraih Adiwiyata Nasional ini pada Selasa (18/2).

Siswa kelas XI MIA 1 MAN 1 Solok diajak oleh Elwi Sasra, SE selaku guru pembimbing mengajak para siswa mempraktek sebuah “Alek” dalam sebuah rumah gadang di Minangkabau melalui pelajaran Prakarya.

Siswa dibagi dalam lima kelompok, masing-masing kelompok diberitanggung jawab membawa berbagai jenis makanan sebagaimana yang disajikan dalam sebuah alek.

Saat praktek di madrasah kelompok tadi menyajikan makanan seperti sebuah alek di rumah gadang, dimana ada yang bertugas sebagai “Si Ujuang” dan “Si Pangka”, kemudian juga ada yang bertugas untuk menyajikan atau Janang”.

Baca Juga : Razia Rambut di MAN 1 Solok, Beberapa Siswa “Kanai Cukua”

“Kita ingin siswa juga memahami makna dari setiap proses dan atuarn yang ada dalam adat istiadat, terutama saat ada alek baralek disebuah rumah gadang”, jelas Elwi Sasra.

Elwi juga menyebutkan, dalam sebuah alek dirumah gadang akan ada beberapa peran yang dijalan oleh keluarga dan itu akan berbeda saat keluarga ini menjadi tamu bagi keluarga lain.

“Itu yang coba kita jelaskan pada siswa, sebagai bekal bagi mereka sekaligus mendekatkan mereka dengan budaya lokal yang mau tidak mau akan mereka temui nanti,” imbuh Elwi.

Sementara itu Kepala MAN 1 Solok, Yukfentri, S.Pd, MM mengapresiasi kretaifitas guru-guru dalam mengkombinasikan materi pendidikan madrasah dengan kebudayaan lokal.

“Ini sebuah semangat inovasi bagi guru-guru untuk menunjukan ke masyarajat bahwa madrasah selain mendidik siswa berilmu agama, ilmu pengetahuan juga memahami dan mengetahui kebudayaan” ujar Yulfentri bangga.

Yulfentri berharap kedepannya para guru terus berinobasi dan berkreasiuntuk mewujudkan siswa madrasah menjadi generasi beriman, berilmu dan berbudaya.

reporter : Fauzan | Hengki editor : Moentjak

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...