Sarilamak, SuhaNews. Prestasi membanggakan ditunjukan oleh MTsN 3 Limapuluh Kota (MTsN Dangung-Dangun), siswanya menjadi satu-satunya dari Sumatera Barat yang lolos adrasah Young Researcher Supercamp (Myres).
Madrasah Young Researcher Supercamp (Myres) merupakan sebuah ajang kompetisi yang bergengsi pada Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia dalam hal ini Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah yang bertujuan untuk menguatkan dan mengembangakan bakat minat menulis serta peningkatan daya saing siswa madrasah.
Disamping itu kegiatan ini juga bertujuan untuk memotivasi siswa madrasah untuk berkreasi melalui riset dalam berbagai disiplin ilmu. Ajang kompetisi ini diawali dengan pengiriman proposal penelitian secara online melalui portal yang sudah disiapkan.
Sebagai madarsah yang sarat akan prestasi MTsN 3 Lima Puluh Kota menyipakan serta mengirimkan 17 proposal penelitian untuk semua bidang. Yakni Ilmu Keagaaman Islam, Sosial dan Humaniora dan Matematika Sains Teknologi.
Untuk mengikuti kegiatan ini, ditunjuk guru pembimbing diantaranya, Detra Wiranda, Yuzetril, Dasfi Harman, Haryanto, Yanti Eka Putri, Rita Aswati dan Agustini.
MTsN 3 Lima Puluh Kota menjadi madrasah terbanyak dalam pengiriman proposal di tingkat Provinsi Sumatera Barat, hal ini sudah menjadi kebangaan yang luar biasa bagi MTsN 3 Lima Puluh Kota.
Usaha yang dilakukan membuahkan hasil yang membanggakan salah satu dari proposal yang dikirimkan lolos menjadi Top 50 proposal terbaik secara nasional dan berlajnjut untuk mengikuti tahap presentasi proposal yang dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2021.
Pada pengumuman Direktorat KSKK Madrasah tanggal 30 Agustus 2021 tentang hasil penilaian presentasi proposal peserta Myres tahun 2021 yang menyatakan bahwa 15 besar proposal terbaik nasional yang lolos ketahap selanjutnya, bimbingan dan pendampingan.
Salah satu dari proposal yang lolos tersebut adalah proposal dari siswa MTsN 3 Lima Puluh Kota dengan judul proposal “Adaptasi Muallaf dalam Isu Moderasi Beragama (Studi Kasus Permasalahan yang Dialami Muallaf Terkait Adaptasi” yang ditulis oleh Rifka Hayatul Husna dan Divana Alfia Renova dengan guru pembimbing Detra Wiranda.
Kepala MTsN 3 Limapuluh Kota, A. Mazhar. A mengucapkan terima kasih pada siswa dan guru yang telah mengapungkan nama madrasah kebanggaan nagari Dangung-Dangung ditingkat Nasional.
“Setelah masuk 15 besar nasional, karya siswa kita mampu meraih prestasi puncak. Itu tidak saja menjadi kebanggaan madrasah tetapi juga kebanggaan Limapuluh Kota,” ujar Mazhar.
Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Limapuluhkota, H.Naharudin menyampaikan apresiasi siswa MTsN 3 yang berhasil masuk dalam 15 besar pada kompetisi MYRES 2021.
“Lagi-lagi ini adalah kebanggaan bagi Kementerian Agama Lima Puluh Kota. Kita bersyukur dengan prestasi yang telah di raih. Semoga ini cambuk motivasi bagi siswa dan madrasah yang lain,” ujar Naharudim.
Menutup bincang singkatnya Naharudin berharap, pencapaian siswa MTsN 3 akan diikuti oleh prestasi sisw dan madrasah lainnya yang mengibarkan nama Limapuluh Kota ditingkat Sumatera Barat dan nasional. Nina | Moentjak
Berita Terkait :



Facebook Comments