MGBK SMP Tanah Datar Bahas Kurikulum Merdeka di SMPN 1 Batusangkar

mgbk
Batusangkar Suhanews – Guru Bimbingan Konseling SMP se Kabupaten Tanah Datar yang tergabung MGBK menggelar pertemuan di UPT SMPN 1 Batusangkar, Senin (4/7) guna membahas kesiapan penerapan Kurikulum Merdeka.

Kegiatan MGBK ini di hadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta sekrektaris Dinas Pendidikan dan keKabupaten Tanah Datar. Kegiatan ini juga di hadiri oleh Koordinator MGBK, Kepala sekolah UPT SMPN 1 Batusangkar dan guru BK serta kepala sekolah yang berasal dari guru BK.

Dalam Sambutanya Kadisdikbud Riswandi S.Pd., M.Pd menyamapaikan bahwa kita perlu memiliki sudat pandang yang positif dalam menyikapi kegiatan ini, kegiatan ini akan sangat bermanfaat ketika kita menyikapi hal-hal yang positif. Kadisdikbud mengapresiasi kegiatan ini, ditengah kesibukanya beliau masih menyempatkan diri untuk mengahadiri kegiatan MGBK ini.

Pemerintah pendidikan Kabupaten Tanah Datar mendukung untuk peningkatan kompensi guru, dinas pendidikan akan memahami kompetensi guru, kepemimpinan kependididikan dan kurikulum meerdeka. Dinas pendidikan akan mengawal program pendidikan guru penggerak, sekolah penggerak dan organisasi penggerak. Gunakan asset daerah hasil Asesmen Nasional dan Hasil PPPK untuk mendukung program, memanfaatkan palatform merdeka mengajar, mendukung Ikatan Komunitas Mengajar, membangun ekosistim dan memanfaatkan Balai Guru Penggerak.

Pendidik dan tenaga pendidik perlu merubah budaya kerja dengan merubah mindsite, mendorong guru, kepala sekolah untuk belajar secara mandiri melalui platform merdeka belajar. Butuh keseriusan untuk menerapakan kurikulum merdeka dan mecermati untuk melakukan pendekatan kepada siswa agar anak-anak kita sesuai dengan apa yang di harapkan bersama untuk mewujudkan generasi emas melalui pedidikan yang berorientasi tercapainya profil pelajar Pancasila.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar Inhendri Abas Dt Tan Basa menyampaikan bahwa Guru BK dalam Kurikulum Merdeka memiliki peran yang strategis dan penting pengembangan siswa.

BACA JUGA  Zofrawandi, Wali Nagari Indudur Kab. Solok Menerima Anugerah Kalpataru 2020

Anak perlu dikembangkan berdasarkan bakat dan minatnya dan sesuaikan dengan sesuai kondisi daerah masing-masing. Dinas pendidkan akan mengawal untuk mensukseskan pelaksanaan kurikulum merdeka. Para guru perlu merubah mindsite untuk berubah. Guru perlu memanfaatkan portal belajar terutama akun belajar masing-masing.

Sementara itu Andra Mairoza sebagai pemateri dalam MGBK dalam implentasi kurikulum merdeka ini menyampaikan tentang Asesmen diagnostik. Peran Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum Merdeka di Sekolah, selain menjalankan 4 (empat) komponen program dan 4 (empat) Bidang Layanan Bimbingan dan Konseling.

Bimbingan konseling berperaan sebagai koordinator dalam mewujudkan kesejahteraan psikologis peserta didik (student wellbeing) dan memfasilitasi perkembangan peserta didik agar mampu mengaktualisasikan potensi dirinya dalam rangka mencapai perkembangan secara optimal. Layanan bimbingan dan konseling mengacu untuk mewujudkan profil pelajar pancasila.

Bimbingan dan Konseling ikut menjadi bagian dalam Penyusunan Perencanaan Projek Profil Pelajar Pancasila.

Asesmen bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan dasar dan mengetahui kondisi awal peserta didik. Asesmen diagnostik ini bersifat non kognitif, untuk menggali hal-hal antara lain kesejahteraan psikologis dan sosial emosi peserta didik, aktivitas peserta didik selama belajar di rumah, kondisi keluarga dan pergaulan peserta didik, dan Gaya belajar, karakter, serta minat peserta didik.

Setiap Sekolah memiliki keunikan tersendiri yang dapat mempengaruhi kondisi sekolah. Alternatif menjalankan peran Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum Merdeka di Sekolah perlu disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan dan kemampuan masing-masing Sekolah. Guru Mata Pelajaran dan Tenaga Pendidik dapat berkolaborasi dan bekerjasama menjalankan peran Bimbingan dan Konseling dalam mewujudkan kesejahteraan psikologis peserta didik (student wellbeing) dan memfasilitasi perkembangan peserta didik.

Layanan Bimbingan dan Konseling mudah dilakukan dengan fasilitas dan sarana yang ada (Melakukan konseling di ruang kelas, taman sekolah, dan ruang lainnya yang tersedia di sekolah). Intrumen asesmen peserta didik bisa dibuat sederhana dan memanfaatkan situs daring gratis. Pemberian asesmen dapat dilakukan berkolaborasi.

BACA JUGA  Aswirman Pensiun, Edisar Ditunjuk Jadi PLT Sekdakab Solok

Dalam implementasinya di kurikulum merdeka, peran layanan bimbingan dan konseling dalam memfasilitasi potensi peserta didik diharapkan bukan merupakan peran guru BK saja. Namun juga dapat dilakukan oleh Guru Mata pelajaran/Tenaga Pendidik. Maka perlu adanya kerjasama antara guru BK dengan Guru Mata Pelajaran/Tenaga Pendidik. Andra

Berita Terkait :

mgbk mgbk mgbk mgbk 

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakBertemu 249 ASN Kemenag Pasaman, Kakanwil Ingatkan Lima Nilai Budaya Kerja
Artikulli tjetërWako Genius Paparkan Konsep Palapa dan Pembangunan Kota Pariaman