Panyakalan Bekali 26 Bundo Kanduang Dengan Adat Salingka Nagari

bundo
Panyakalan, SuhaNews. Pemerintahan Nagari Panyakalan memberikan pembekalan adat kepada bundo kanduang,acara yang dihadiri oleh 26 orang peserta ini mengambil tema Penyusunan Adat Salingka Nagari acara yang buka oleh Camat Kubung Ricky Carnova .SSTp ini berlangsung selama dua hari mulai tanggal (2 – 3 /10 2020 ) bertempat di Aula Kantor Wali Panyakalan.
Dalam sambutannya Camat menyampaikan kepada pemerintahan nagari untuk menganggarkan setiap tahun guna menunjang kegiatan yang dibuat oleh bundo kanduang seperti pelatihan.

Dalam kesempatan tersebut Ricky juga mengajak peserta agar menghimbau anak kemenakan di sukunya masing masing untuk menerapkan prilaku hidup sehat guna mencegah penularan virus Covid19.

Pemerintah Propinsi Sumatra Barat juga telah mengeluarkan Perda no 6 tahun 2020 tentang AKB (Adaptasi Kahidupan Baru ) yang memuat sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan, yakni kerja sosial, denda sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) dan sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah), dan memuat sanksi pidana bagi yang tidak mengenakan masker diluar rumah akan dikenakan pidana kurungan selama 2 (dua) hari atau denda paling banyak sebesar Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah).Hal ini berlaku baik perorangan maupun kepada instansi dan badan usaha.

Tampil sebagai pemateri ketua KAN ( Kerapatan Adat Nagari) Panyakalan AE. Dt Bandaro Kayo yang memaparkan peran bundo kanduang dalam acara rangkaian adat baralek di Nagari Panyakalan.

Sebelum acara baralek dilaksanakan ada beberapa rangkaian prosesi adat yang harus dilalui seperti acara maresek atau manyilau dimana pihak orang tua laki laki akan bertemu dengan pihak orang tua perempuan guna saling mengenal keluarga masing masing, setelah ada kecocokan antara 2 keluarga dilanjutkan ke tahap duduek baropok yang melibatkan kaum sarumah gadang dengan calon pengantin yang dipimpin oleh mamak kepala kaum dan bundo kanduang.

Kemudian dilanjutkan dengan *duduek niniek mamak dalam acara ini melibatkan ninik mamak dan bundo kanduang antara pihak calon anak daro dan calon marapulai. Selain melakukan tukar cincin atau timbang tando,pada saat itu juga dibahas hari dan waktu serta tata laksana rangkaian pelaksanaan acara baralek yang akan digelar nantinya.

Khusus bagi calon marapulai yang berasal dari luar Panyakalan akan dicarikan suku dan mamak ke salah satu suku yang ada di Nagari Panyakalan, biasanya akan melekat ke suku bapak si anak daro.

Sebelum acara Ijab Qabul dilaksanakan ada lagi acara adat yang wajib dilaksanakan yaitu makan pisang manih. Acara ini melambangkan ikatan secara adat antara ninik mamak kedua belah pihak.
Setelah pisang manih dilaksanakan Malin suku bersama petugas dari KUA akan memandu prosesi akad nikah.

Keesokan harinya masuk ke acara baralek atau pesta disinilah bundo kanduang yang berperanan mensukseskan alek.baik itu mengatur menu maupun mengatur pelaksanaan rarak yang akan di bawa oleh pihak anak daro ke rumah marapulai.

Setelah siangnya melaksanakan acara baralek pada malamnya dilanjutkan dengan prosesi malapeh dan mananti marapulai acara ini juga di koordinir langsung oleh bundo kanduang.

Keesokan harinya menurut Dt Bandaro Kayo dilaksanakan acara maoyak salayan dimana pihak anak daro dengan beberapa orang kerabatnya datang berkunjung ke rumah marapulai dengan membawa rantang yang berisikan lauk pauk dan kue kue khas Panyakalan.

Setelah semua prosesi dilaksanakan di tutup dengan marapulai mendatangi mamaknya sebagai ucapan terimakasih karena sang mamak atas peran sertanya dalam seluruh rangkaian alek yang telah dilaksanakan.hal ini di sebut dengan manolong mamak.

Terakhir ketua KAN berharap kepada bundo kanduang agar bisa melaksanakan dan melestarikan adat dan budaya salingka nagari yang ada di Panyakalan.

bundo

Di akhir acara ketua Bundo Kanduang Nagari Panyakalan Hj Rifaitma SPd mengajak anggotanya untuk mendidik anak anak generasi muda di suku masing masing kaumnya mulai dari salendang dunie ( anak gadis remaja) serta puti bungsu ( gadis dewasa ) untuk mengenal dan melaksanakan adat dan budaya yang ada di Nagari Panyakalan.

reporter : Oca editor : Moentjak

BACA JUGA :

Facebook Comments

loading...