Pemkab dan DPRD Gayo Lues Aceh Kunjungi Bukittinggi

Bukittinggi, SuhaNews–150 orang dari Pemerintah Kabupaten dan DPRD Gayo Lues Propinsi Aceh melakukan kunjungan kerja ke Kota Bukittinggi. Rombongan disambut langsung Walikota Bukittinggi pada Rabu (04/12) di Ruang Rapat Utama Balaikota Bukittinggi. Rombongan dipimpin Wakil Bupati Kabupaten Gayo Lues Said Sani.

Menurut Wakil Bupati Kabupaten Gayo Lues Said Sani, dari 150 orang rombongan itu, terdiri dari Anggota DPRD, Kepala SKPD, Camat, Kepala Bagian serta Dharma Wanita. Ia mengatakan ada kesamaan dengan Bukittinggi dari segi cuaca dan ketinggian dari air laut. Dari sekian banyak suku di Kabupaten Gayo Lues terdapat suku gayo aceh minang dan alas. Masyarakat minang sudah lama berdomisili di kabupaten lues. Maka antara gayo lues dengan minangkabau satu kesatuan.

Kabupaten Gayo Lues adalah salah satu kabupaten di provinsi Aceh dan merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Tenggara pada tanggal 10 April 2002. Kabupaten ini berada di gugusan pegunungan Bukit Barisan. Sebagian besar wilayahnya merupakan areal Taman Nasional Gunung Leuser yang telah dicanangkan sebagai warisan dunia. Kabupaten ini merupakan kabupaten yang paling terisolasi di Aceh. Selain itu, daerah ini merupakan asal Tari Saman yang pada Desember 2012 telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO di Bali.

Pusat pemerintahan berada di Desa Cinta Maju sedangkan pusat perekonomian tetap di ibu kota Blangkejeren. Kabupaten Gayo Lues mencakup 57 persen dari wilayah lama Aceh Tenggara, dan dibagi menjadi sebelas kecamatan. Kabupaten yang berpenduduk multi etnis ini sedang berbenah diri untuk mengejar ketertinggalannya dalam pembangunan. Potensi pertanian menjadi prioritas utama pengembangan. Gayo Lues pun dikenal dengan nama Negeri Seribu Bukit.

BACA JUGA  MIN 1 Solok Target Juara! Giat Latihan Intensif Jelang KSM Provinsi

02 bkt b

Wakil Bupati Said Sani melanjutkan, tujuan kedatangan ke Bukittinggi adalah ingin mengadopsi keberhasilan kota Bukittinggi, terutama terkait Sekolah Keluarga. Karena ia sadar banyak tantangan terutama narkoba di Aceh. Pemkab Gayo Lues berkomitmen menjalin ukhuwah islamiyah dengan menjalin persahabatan antara anggota DPRD dan kepala SKPD. Salah satunya akan berkunjung ke masing-masing SKPD. Semoga sillaturahmi semakin kuat.

Termasuk mengetahui bagaimana kiat dan regulasi apa yang dipakai sehingga Bukittinggi yang tidak menjalankan syariat Islam tapi masyarakatnya bisa hidup dengan Islami. Sementara Propinsi Aceh menjalankan syariat Islam tapi susah menerapkannya. Sementara kami bercita-cita menjadikan masyarakat Gayo Islami, mandiri dan berdaya. Kami memilih Bukittinggi karena Prestasinya. Beberapa icon yang akan diteliti. Terkait capaian Sakip bagaiman kiat nya, Kota Bukittinggi dikenal Kita Layak Anak Kategori Madya, 18 indikator mendapatkan DED, Badan Usaha Milik Desa, kiat mencapai Adipura, menjaga perparkiran dan penataan kota. Termasuk juga sektor pendidikan, kesehatan dll.

Sementara Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan Bukittinggi hanya kota keci yang memiliki luas 25 km persegi. Tapi merupakan kota tersibuk kedua setelah Padang di Sumbar. Core utama Bukittinggi adalah Pariwisata, Perdagangan dan Jasa, Kesehatan serta pendidikan. Dengan visi terwujudnya Bukittinggi Kota Tujuan Wisata, Pendidikan, Kesehatan, Perdagangan dan Jasa berlandaskan Agama dan Budaya, Pemko Bukittinggi berupaya keras lewat misi-misinya.

Menurut Ramlan, berkat hubungan yang baik dengan DPRD sert dukungan penuh masyarakat, dalam empat tahun kepeminpinan, sudah banyak prestasi yang diraih Kota Bukittinggi. Dalam menjalankan pemerintahan, berusaha menjadikan kota Bukittinggi sebagai kota islami yang beradat dan berbudaya. Karena itu keberadaan pub dan diskotik tidak diberi ruang. Bukittinggi saat ini sedang mengembang program sekolah keluarga. Sejauh ini telah berjalan dua tahun dan dipersiapkan untuk tahun 2020.

BACA JUGA  Bagikan Informasi Haji, Kemenag Kota Bukittinggi Libatkan PAIF

Sejauh ini selama empat tahun memimpin, Ramlan mengakui berupaya keras meraih prestasi dan merebut bonus-bonus dari pusat. Karena dalam pembangunan kota, tidak cukup hanya mengandalkan PAD saja. Tapi harus jeli melihat peluang dari sector lain. Memang beberapa tahun terakhir pembangunan fisik lebih banyak di Bukittinggi. tapi itu semua menurut Ramlan demi kesejahteraan masyarakat Kota Bukittinggi.

reporter : Yal      editor : Moentjak

Facebook Comments

Google News