Arosuka, SuhaNews. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok melalui Kepala Dinas Kesehatan dr. Maryetti Marwazi bersama Kabag. Kesra Ahpi Gusra Yusri,SSTP melakukan sosialisasi vaksinasi Covid-19 tingkat kecamatan Lembang jaya Rabu (17/03/21) di ruang pertemuan Kantor Camat Lembang Jaya.
Pada pertemuan itu dihadiri oleh Forkompincam, kepala KUA, Ketua TPPKK Kecamatan, Ketua Korwil, Wali Nagari, Ketua BPN, Ketua KAN, Kepala SLTA/SLTP/MTs,Ketua TPPKK Nagari Se Kecamatan Lembang Jaya.
Camat Lembang Jaya Vice Pebrianeldi,SSTP,Msi dalam membuka acara menyampaikan kepada peserta bahwa dengan adanya sosialisasi vaksinasi Covid-19 dari Dinkes Kabupaten Solok diharapkan semua masyarakat menyadari pentingnya vaksinasi Covid-19 ini”,sebutnya.
“Mari kita secara bersama dalam menyampaikan informasi yang benar kepada Warga di satuan Kerja masing-masing agar bisa membantu pemerintah dalam hal ini sebagai corong terkait vaksinasi Covid-19 yang selama ini masih banyak beredar berita Hoax dimedsos sehingga nantinya tidak menimbulkan polemik ditengah masyarakat,” kata Vice
Kerjasama dari semua pihak diperlukan dan melalui tokoh masyarakat, para walinagari, kepala sekolah agar bisa menjadi tauladan bagi masyarakat untuk bersedia divaksin”,imbuhnya
Mari sama-sama kita dengarkan apa yang disampaikan oleh Narasumber, supaya dapat kita terapkan dan mensosialisasikan pada diri kita, keluarga kita dan warga Masyarakat yang ada diwilayah kita masing-masing”,tutupnya.
Kepala Dinas Kesehatan kab. Solok dr.maryetti marwazi memulai sosialisasi dengan mengatakan lawan Covid-19 dengan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
vaksin Jelas Maryeti adalah suatu usaha dalam memutus mata rantai”,ungkapnya
Menurut data kasus pandemi covid 19 dikab. Solok sampai saat ini sudah mencapai 915 orang, awal bulan Maret – April 2020 lalu terdapat kasus positif 5 orang yang waktu itu berasal dari Surian”,jelas Maryeti
Kemudian Mei – Juni 2020 Ketika pemerintah menerapkan PSBB kasus menurun hanya 3 orang temuan kasus, selanjutnya dibulan Juli ketika diberlakukan New Normal ditemukan 8 orang terkonfirmasi positif, dan itu berlanjut mulai Agustus s.d Maret 2021 mencapai sudah mencapai 915 orang”,tegasnya.
dari spesimen yang diperiksa telah mencapai 9.502 orang diantaranya sebanyak 915 terkonfirmasi positif, 834 telah sembuh. hingga saat ini masih ada 16 dirawat, 42 karantina mandiri dan 23 telah meninggal dunia”,jelasnya
Untuk Positif rate dikab.Solok sebesar 9,63% sedangkan who hanya menetapkan positif rate cuma 5% sehingga melewati batas yang ditetapkan WHO dan ini sangat mengkhawatirkan”, Sebut Kadis.
Untuk itu langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah agar covid 19 ini cepat berakhir yaitu dengan melakukan vaksinasi Covid-19 dengan tujuan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian, menciptakan kekebalan kelompok terhadap herd imuniti, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh serta menjaga produktifitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi”,jelasnya.
“vaksin yang akan disuntikkan nanti jenis Sinovac sudah dapat izin dari BPOM. Diungkapkannya vaksin Covid-19 yang telah dilakukan uji klinis lanjutan oleh Biofarma telah mendapatkan izin penggunaan darurat dari pemerintah serta telah dikeluarkan Sertifikasi Halal dan suci dari MUI pusat pada tanggal 8 Januari 2021”,ucapnya.
Adapun sasaran nantinya ialah petugas yang menjadi garda terdepan seperti TNI, Polri, petugas kesehatan, kelompok produktif, kelompok lanjut usia, kelompok Anak-anak dan nantinya semua masyarakat secara bertahap akan divaksin”,tutupnya
Sementara Kabag Kesra Ahpi Gusta Yusri,SSTP menambahkan bahwa dengan adanya vaksinasi tersebut secara tidak langsung kita telah menjaga keluarga baik keluarga inti maupun keluarga jauh supaya tidak terpapar Covid-19
Cici menambahkan vaksin merupakan bagian dari takdir, takdir menurut agama ada 2 yakni takdir mubram dan takdir mualaq, untuk takdir mubram ialah takdir yang sudah ketentuan yang maha kuasa seperti lahir, jodoh, rezeki dan kematian sementara takdir mualaq takdir sesuai dengan ikhtiar manusia sama seperti saat sekarang ini, kita Selain berusaha juga punya ikhtiar untuk bisa menjaga diri dan keluarga supaya terhindar dari wabah, maka untuk mencapai takdir itu dengan adanya vaksin kita bisa mencapai takdir yang lain seperti yang telah dijelaskan tadi”,sebutnya.
“Untuk kelompok yang tidak masuk sasaran jelas Cici yaitu penyakit kronis yang belum terkendali, penyakit autoimun, kelompok yang mendapat obat penurun kekebalan tubuh yang dosisnya besar sejenis (kanker) namun itu semua bukan penerima vaksin yang menentukan, yang menentukan layak atau tidak layak imunisasi Covid-19 tentulah dokter sesuai dengan SOP yang dilakukan”,kata Cici
jadi tidak perlu takut untuk divaksin kata Cici, kami pun sudah divaksin, efek simpang vaksin Covid-19 rata rata hampir sama yakni ngantuk, makan banyak dan ada beberapa orang yang merasa pusing, mual tapi dalam skala kecil dan tidak berbahaya”,sebutnya
Mari kita akhiri pandemi covid 19 dengan melakukan vaksinasi Covid-19, semoga pandemi segera berakhir sehingga proses pendidikan dan ekonomi akan bisa kembali seperti sedia kala”,katanya.
reporter :Â Dedi editor :Â Moentjak
Berita Terkait :



Facebook Comments