Padang, SuhaNews – Upaya penyelamatan Danau Maninjau terus dilakukan. Bukan saja Pemerintah Kabupaten Agam, Provinsi dan Nasional pun ikut membahas upaya penyelamatan kawasan wisata yang sudah mendunia ini.
Setelah sebelumnya, Forkopimda Agam menggelar rakor, Kamis (24/6), Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pun menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di ruang Rapat Istana Gubernuran Sumatera Barat.
Baca juga: Bus Pariwisata Gracias Berhasil Sampai di Maninjau, Evakuasi 15 Jam
Rakor dipimpin Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy, dihadiri Bupati Agam, Dr. Andri Warman, Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Toni Harmanto, Dandrem 032 Wirabraja, Brigjen TNI Arief Gajah Mada, Kajati Sumbar, Anwarudin Sulistyono, kepala OPD terkait, dan lainnya.
“Upaya penyelamatan Danau Maninjau, mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat,” ujar Wagub Sumbar, Audy Joinaldy.
Berdasarkan rapat dengan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), jelas Audy, Pemprov Sumbar diminta bersama Kapolda, Dandim dan Kejati serta Pemkab Agam untuk berkoordinasi dalam menyelamatkan Danau Maninjau, khususnya dalam penertiban Keramba Jaring Apung (KJA).
“Faktor terbesar dalam pencemaran Danau Maninjau, berasal dari KJA, karena sisa-sisa pakan ikan telah menumpuk di dasar danau, sehingga membuat perairan tersebut tercemar,” jelas Audy Joinaldy.
Untuk menyedot sedimen yang berada di dasar danau, tambah Audy Joinaldy, pemerintah pusat memberikan bantuan dana lebih kurang sebesar Rp237 miliar.
“Kita harus tahu siapa-siapa saja pemilik KJA tersebut, by name by addressnya,” tegasnya.
Dalam rangka pengurangan jumlah KJA, tambah Audy Joinaldy, bukan hanya masalah teknikal saja, namun lebih kepada sosial masyarakatnya. jadi harus ada data realnya, berapa jumlah KJA yang masih aktif dan berapa jumlah KJA yang sudah tidak terpakai lagi.
“Intinya data harus valid. KJA yang dikurangi terlebih dahulu adalah KJA yang sudah tidak terpakai lagi, jangan lupa berkoordinasi dengan pihak terkait,” tegasnya.
Bupati Agam, Dr. Andri Warman, mengucapkan terimakasih kepada Pemprov Sumbar, Kapolda, Dandrem, Kajati Sumbar dan pihak terkait lainnya, atas perhatiannya terhadap kondisi Danau Maninjau.
“Pemerintah pusat, provinsi, Kapolda, Dandrem dan pihak terkait lainnya, mendukung penuh upaya penyelamatan Danau Maninjau,” ujar Andri Warman.
“Alhamdulillah, saat ini, kita telah mendapatkan dukungan dan perhatian penuh dari semua pihak, mulai dari pemerintah pusat sampai ke sampai pemerintah nagari,” terangnya.
Bupati Andri Warman menjelaskan bahwa pada 10 Juli nanti pihaknya akan melaksanakan goro di Danau Maninjau. Goro akan fokus kepada karamba yang sudah terbengkalai atau sudah tidak terpakai lagi.
Khusus dalam peralihan mata pencarian masyarakat lokal, jelas Bupati AWR, masih dibutuhkan waktu dan kajian serta pertimbangan lainnya.
“Saat ini kita akan fokus terhadap pengangkatan KJA yang sudah tidak terpakai lagi,” tambah Andri Warman. (*/We)
Baca juga: Bertemu Wako Medan, Genius Umar Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah



Facebook Comments