Pencarian 2 ekor Harimau Yang Belum Tertangkap Dilanjutkan

871
ekor
Masyarakt dan Satpol PP Kab. Solok memasang perangkap dilokasi Harimau terlihat oleh warga.
Solok, SuhaNews. Setelah 1 ekor Harimau yang diperkirakan masih muda pada Sabtu (13/6). Tim bersama masyarakat Gantung Ciri kec. Kubung Kab. Solok melanjutkan pencarian untuk yang 2 ekor lagi. Pencarian tetap dengan memasang perangkap seperti semula.
ekor
Perangkap yang dipasang warga dan Satpol PP untuk menangkap 2 ekor Harimau yang meresahkan warga Gantung Ciri

Sejak awal kemunculannya, sudah dua kali Harimau menampakan diri ke masyarakat Gantung Ciri yang tengah berkativitas di ladang yang tak jauh dari kwasan hutan. Pertama pada Kamis (14/5) lalu dan yang kedua Minggu siang (7/6) lalu.

Kondisi ini membuat masarakat tak nyaman, hingga masyarakat bersama Satpol PP dan tim gabungan didampingi oleh BKSDA membuat perangkap untuk Harimau ini. Perangkap dipasang sejak 9 Juni 2020 lalu.

“Ada dua perangkap yang dipasang, Kambing dan potongan dagingi Babi Hutan sisa dari Harimau tersebut dijadikan umpan,” ujar Efriadi Kepala Satpol PP kab. Solok saat dihubungi SuhaNews.

Berita Terkait :

Efriadi menyebutkan, masyarakat berharap upaya ini membuahkan hasil. Karena kehadiran Harimau ini menganggu aktivitas mereka di Ladang.

“Selain menampakan diri secara langsung pada Minggu siang tersebut, masyarakat juga menemukan beberapa jejak Harimau ini di ladang maupun di jalan yang dilalui masyarakat saat hendak pergi dan berangkat ke ladang,” tukas Efriadi.

Sementara itu, salah satu pemuda Gantung Ciri yang ikut bersama tim ini, Jendri mengatakan masyarakat berharap 2 ekor Harimau ini juga masuk perangkap untuk kemudian diserahkan ke BKSDA untuk dirawat atau tindakan lainnya.

“Masyarakat juga tak ingin membunuh hewan dilindungi tersebut, namun kehadirannya meresahkan. Mohon doanya agar perangkap yang dipasang dapat berhasil sesuai harapan, agar masyarakat kembali nyaman bekerja di ladang,” tutur Jendri.

ekor

Jendri juga mengatakan sejak awal kemunculannya, masyarakat telah mengikuti saran BKSDA. Yakni mengusirnya dengan bunyi-bunyian, salah satunya meriam bambu atau badia batuang. Namun ia hanya berpindah posisi. Harimau ini terlihat oleh masyarakat Pinang Sinawa dan Jawi-Jawi.

reporter : Hengki editor : Moentjak

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...