Pengikut Aliran NII di Sijunjung Kembali ke Pangkuan NKRI

Sijunjung
Sijunjung, SuhaNews – Puluhan warga Nagari Sungai Lansek, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, pengikut aliran Negara Islam Indonesia (NII) kembali ke pangkuan NKRI.

Acara cabut baiat massal dan pengucapan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dilaksanakan di kantor Wali Nagari Sungai Lansek, Sabtu (30/4/22).

Baca juga: Mantan Anggota NII Ucapkan Sumpah Setia Kepada NKRI

Acara encabutan Baiat tersebut dihadiri oleh Bupati Sijunjung,  Benny Dwifa Yuswir ,Kapolres Sijunjung Muhammad Ikhwan Lazuardi, Dandim 0310/SS yang diwakili Danramil Tanjung Gadang Akmal, Forkopimcam Kamang Baru, Kakan Kesbangpol dan Linmas di wakili Kasubag TU Zulkifli, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat, Tokoh Agama Sungai Lansek, Ketua KAN Nagari Sungai Lansek.

Bupati Sijunjung mengatakan kita hadir dalam rangka kebersamaan membangun bangsa dan negara ini.

“Jadikan ini pembelajaran buat kita semua, manfaatkan pemerintah nagari, niniak mamak untuk bertanya,” ujar Benny Dwifa Yuswir.

“Kami akan selalu berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakaat, Kita harus bahu membahu dan bersatu dalam menangani permasalahan yang ada di Sijunjung Khusunya,  dan di Sumatera Barat umumnya” tambah Benny Dwifa Yuswir.

Dia berharap, ke depan masyarakat agar dapat lebih selektif terhadap sekelompok orang yang punya cara untuk memecah kita dengan cara bertentangan dengan ideologi negara.

Kapolres Sijunjung dalam arahannya mengatakan,  secara historis berdirinya Negara Republik indonesia sebagian besar tokoh berasal dari Minangkabau.

Untuk itu saya berharap jangan nodai perjuangan para pahlawan kita terdahulu dengan merencanakan kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Di kabupaten Sijunjung kita ketahui yang tergabung dalam NII berjumlah sebanyak 48 orang, 20 berasal dari Nagari Tanjung Gadang, telah melaksanakan cara cabut baiat di Gedung Nasional Maharajo Dirajo di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Jumat (29/4/2022) yang lalu, Sedangkan untuk sungai lansek berjumlah sebanyak 28 orang,”Jelasnya.

BACA JUGA  Turnamen Futsal Guguak Bulek Ditutup Walikota Bukittinggi, Ulinza FC Jadi Juara

Dengan adanya kegiatan ini saya memberikan apresiasi kepada rekan-rekan yang mau kembali kepada NKRI,

“Kami memberikan ultimatum kepada Mantan NII sampai tanggal 20 Mei 2022 bertepapatan dengan hari kesaktian pancasila, apabila belum dicabut Baiat Mantan NII sampai tanggal tersebut maka akan tindak secara hukum,” ujar Kapolres.

Mantan anggota NII (DD) 34 Tahun mengatakan kronologi kejadian ini berawal dari salah seorang warga yang mengajak kami untuk mendalami ilmu agama.

Dikatakan DD Rangkaian kegiatannyapun diawali dari sholat isya berjamaah, setelah itu dilanjutkan dengam membaca ayat per ayat secara bergantian.

Selain itu kami juga diberi materi seperti sholat, zakat yang dalilnya diambil dari Alquran

“Selama kami mengikuti pengajian itu, kami tidak pernah diberi penjelasan tentang apa tujuan dan maksud dan misi dari pengajian itu,” jelas DD.

“Ini akan kami jadikan pembejalan, Supaya lebih selektif lagi untuk ke depannya terhadap orang orang berkedok dalam ilmu keagamaan,” ungkapnya.  (Noven)

Baca juga: Cegah Masuknya NII di Padang, Wako Hendri Septa Pimpin Rakor Lintas Sektor,

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakBupati Benny Dwifa Lantik Puluhan Pejabat Pemkab Sijunjung
Artikulli tjetërWalikota Solok Pimpin Rapat Kesiapan Idul Fitri 1443 H