Perantau Minang, Rindu Tergadai Akibat Corona

Perantau Minang, Rindu Tergadai Akibat Corona
Usaha perantau Minang yang sepi ditengah anjuran pemerintah untuk tidak keluar rumah.
Solok, SuhaNews. Hanya helaan nafas berat yang terdengar ketika SuhaNews menghubungi Edi (38) perantau asal Tikalak Solok, Selasa (24/3) sore. Ia pun memulai kisah “berat”nya hidup di Jakarta semenjak pemerintah meminta masyarakat untuk berdiam diri dirumah sebagai antisipasi penyeberan virus corona (Covid-19).
Walau sudah ada himbauan dari Pemerintah untuk tidak keluar rumah. Edi, perantau yang membuka usaha toko pakaian, sepatu dan asesoris di jalan Duri Kosambi Cengkareng Jakarta Barat ini tetap berjualan seperti biasa. Namun sudah lima hari ini sepi pembeli.

Baca Juga : Corona Mewabah, Jakarta Sepi Aktivitas, Perantau Minang Terpuruk

“Jangankan untuk menambah stock, barang yang tersedia tak dikunjungi pembeli,” ujarnya via telpon.
Edi, perantau asal Tikalak Kab. Solok di tokonya yang sepi pengunjung
Edi menceritakan biasanya ia sekali seminggu berbelanja ke pasar grosir Tanah Abang atau Cipulir di Jakarta Selatan untuk menambah barang atau mendapatkan produk model terbaru. Namun kini hal itu urung dilakukan karena penjualan ditoko miliknya jauh merosot.
Ditambahkannya, suasana di jalan raya Duri Kosambi Cengkareng tematnya berusaha sekarang sepi dari lalu lintas kendaraan.
“Biasanya untuk menyeberang jalan saja susah, sekarang kalau mau bisa main bola dijalanan,” ulasnya.
Kondisi yang sama juga terjadi di pusat Grosir Tanah Abang maupun Cipulir, hal ini diketahui Edi setelah mengontak mitra dagangnya yang biasa menyuplai barang.
Edi hanya bisa berharap Pendemi Virus Corona (Covid-19) segera berlalu, agar ekonomi kembali pulih seperti sedia kala.
Kehidupan di perantauan terasa semakin berat setelah adanya himbauan dari Gubernur Sumbar agar perantau tidak dulu pulang kampung ke ranah Minang hingga Pendemi Corona betul-betul Berakhir.
“Berat rasanya teringat orang tua dan keluarga di kampung, namun apa hendak dikata, rindu ini tergadai karena virus Corona,” tutupnya. Moentjak

Baca Juga :

BACA JUGA  "Mafia Masker" Ditengah Wabah Virus Corona

 

Facebook Comments

loading...