Perantau Paninggahan Pulang Kampung, Gugus Tugas Covid-19 Kab. Solok Siapkan Penyambutan Khusus

SuhaNews. Informasi adanya perantau nagari Paninggahan Kab. Solok yang pulang kampung, ditanggapi serius oleh Gugus  Tugas Percepatan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Solok. Penyambutan khusus disiapkan untuk mencegah penyebaran virus ini.

Dilansir oleh Beritanda1.com, Gugus tugas PPC kabupaten Solok bahkan menggelar rapat mendadak guna menyusun sejumlah langkah strategis dalam mengantisipasi persoalan yang akan timbul kemudian. Rapat tersebut digelar di ruangan Asisiten Koordinasi bidang Pemerintahan di Arosuka, Kamis (16/4).

Dipimpin oleh Wakil Bupati Solok dalam kapasitasnya sebagai ketua Posko Utama Gugus Tugas dan dihadiri oleh Sekda Aswirman, Asisten I Edisar Dt Manti Basa, Asisten II Medison, para kepala dinas dan anggota Gugus Tugas PPC-19 Kab. Solok.

“Sejak kedatangan jenazah perantau Paninggahan yang dinyatakan positif Covid-19, situasi masyarakat di nagari Paninggahan mulai resah. Apalagi saat ini ada 99 orang perantau yang datang dari daerah pandemi Tangerang Banten yang merupakan wilayah asal korban positif covid-19 yang kemaren dimakamkan itu,” kata wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin.

Persoalan tersebut kata Wabup, harus disikapi dengan serius. Agar jangan sampai kondisi itu menimbulkan resistensi terhadap masyarakat lainnya, karena ketakutan yang berlebihan dalam menyikapi persoalan ini,” kata Yulfadri Nurdin.

pulang

Langkah penanganan yang dilakukan oleh Gugus Tugas adalah dengan melakukan pengawalan terhadap 4 bus yang membawa rombongan perantau tersebut. Saat ini, rombongan tersebut sudah dalam perjalanan, dan diperkirakan akan sampai pada Jum’at (17/4) pagi.  Rombongan akan dikawal ketika memasuki batas kabupaten Solok di kec. IX Koto Sungai Lasi dengan fordrijder menuju ke Nagari Paninggahan.

Bukan berarti pengawalan kepulangan para perantau sebagai bentuk kekhawatiran yang berlebihan. Tetapi Wabup Yulfadri menyebutkan, kondisinya kesehatan perantau ini  tidak diketahui secara pasti. “Mudah-mudahan mereka sehat semua. Namun demikian, harus ada kewaspadaan,” papar Yulfadri Nurdin.

BACA JUGA  H+1, Bus NPM Mendominasi dari Jabodetabek Menuju Sumbar

Perantau nantinya akan diterima di Depan Mesjid Al Kautsar Muaro Pingai sebelum masuk ke kec. Junjung Sirih. Sebanyak 5 Tenda disiapkan untuk penerimaan perantau dan petugas untuk kemudian dilakukan pemeriksaan satu persatu sesuai dengan protokol penanganan Covid-19.

Di samping itu, 2 unit ambulan juga akan disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan, jika ada perantau tersebut yang akan membutuhkan perawatan.

“Jika ada yang perlu penanganan intensif, akan kita bawa ke RSUD Arosuka untuk dilakukan perawatan,” bebernya.

Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan para perantau tersebut akan diberikan arahan untuk dilakukan Isolasi/karantina selama 14 hari yang tempatnya disiapkan oleh Camat dan Wali nagari Paninghahan.

” Kami juga perintahkan Bus dan Mesjid serta lokasi setelah pemeriksaan kesehatan akan disemprot disinfektan guna mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus corona ini,” ucap Yulfadri Nurdin.

Wabup menambahkan, tim Karantina Kabupaten  akan memfasilitasi penyiapan karantina dan malam ini akan digelar rapat dengan Forkopimcam dan Wali Nagari serta instansi terkait. Selanjutnya, pengawalan terhadap perantau dengan menggunakan protokoler kesehatan, termasuk tim karantina Kabupaten akan memfasilitasi penyiapan Karantina.

” Malam ini (Kamis) pemerintah kecamatan Junjung Sirih segera melanjutkan rapat dengan Forkopimcam dan  Wali Nagari serta lembaga terkait,” ujarnya

Atas protokoler pengawasan terhadap perantau itu, petugas yang terdiri dari unsur Dinkes, BPBD, TNI/POLRI,  Dishub dan Satpol PP, akan turun ke lokasi pos pemeriksaan Perantau saat perantau tiba di lokasi pengawasan.

” Perlakuan yang sama juga berlaku bagi perantau yang pulang bersama dengan bis dan berasal dari daerah pandemi zona merah,” sebut Yulfadri Nurdin.

Disisi lain, Asisten Ekbangkesra Medison juga mengingatkan pihak nagari Paninggahan dan kecamatan Junjung Sirih agar melakukan pendataan tentang nama, rumah dan keluarga perantau.

BACA JUGA  Solok Sentra Cengkeh, Gubernur Mahyeldi Siapkan Penguatan

” Kita juga persiapkan skenario karantina perantau di SD 06 Paninggahan. Apapun kebutuhan karantina akan dipenuhi, termasuk membuat dapur umum,” jelas Medison.

Sementara terhadap perantau yang pulang dengan kendaraan pribadi, tetap diwajibkan mengikuti protokol kesehatan dengan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, yang diawasi oleh Satgas Nagari dan jorong tempat tinggalnya.

“Hari ini kita harus bertegas-tegas,  bagi yang tidak mau patuh dengan melakukan isolasi mandiri di rumahnya, terpaksa akan kami jemput bersama petugas keamanan untuk menjalani karantina di lokasi yang telah kami siapkan,” tegas Medison.

Sementara itu, jumlah perantau Kabupaten Solok yang berasal dari 74 nagari, sampai Kamis (16/4) sore, sudah mencapai 6.003 orang. Jumlah perantau ini meningkat 179 orang dari data sebelumnya sebanyak 5.824 orang.

” Dalam situasi pandemi corona ini, kita harap perantau yang pulang kampung mau melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Kita meminta dunsanak kita itu mematuhi protokoler kesehatan yang disampaikan pemerintah,” sebut Kabag Humas Syofiar Syam.

editor : Moentjak sumber : Beritanda1.com

Baca Juga :

Pasca Meninggalnya Warga Paninggahan, Pengawasan di Perbatasan Kab. Solok Diperketat

Facebook Comments

Google News