Radio YBJ-6 di Lintau Buo, Kepingan Sejarah PDRI dari Tanah Datar

Radio YBJ-6 di Lintau Buo, Kepingan Sejarah PDRI dari Tanah Datar
SuhaNews – Radio YBJ-6 yang dipasang para pejung di rumah Inyiak Soma Inyiak Soma di Lareh Aia Nagari Lubuak Jantan Kecamatan Lintau Buo Utara dan beroperasi selama 3 bulan, menjadi catatan penting dari sejarah PDRI dari Kabupaten Tanah Datar.

Hal ini diungkapkan oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra dalam kunjungan Kepala Dinas Pembinaan Mental Dan Ideologi Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Dr. Drs. Bastari, M.Pd, M.Si (Han), M.Sc di Gedung Indojolito Batusangkar, Jum’at (04/02).

Dikatakan Marsekal kujungan ke Tanah Datar adalah memperkuat hubungan silaturrahmi dan juga sebagai aspek sosiologi dari presentasi Lanud Sutan Syahrir, yang mana diketahui Sutan Syarir trek recordnya sangat berpengaruh dalam mendirikan Republik Indonesia.

Marsekal Pertama TNI AU Bastari itu juga menyebutkan jika Sumatera Barat banyak tokoh pejuang seperti yang dikenal Founding Father atau Bapak Pendiri Bangsa Indonesia.

“Selain dikenal Founding Fathers, Sumatera Barat ini juga pernah menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia dimasa PDRI walau itu tidak lama namun menorehkan sejarah bagi bangsa ini,” ucapnya.

Terkait potensi alam dan sejarah di Tanah Datar dikatakannya merupakan potensi luar biasa yang harus dijaga dan dilestarikan sehingga generasi penerus tahu dengan sejarah bangsanya.

Sementara itu Bupati Tanah Datar Eka Putra sambut baik kunjungan Marsekal bersama rombongan dan ceritakan sekilas perjuangan PDRI, Syafruddin Prawira Negara mulai dari Bukittinggi hingga ke Tanah Datar.

Dikisahkan Bupati Eka Putra tentang Perjuangan PDRI yang menyatakan Indonesia masih ada yang disiarkan melalui Radio YBJ-6 hingga ke India, disitu A.A Maramis ketika mengikuti Konferensi Asia Afrika mendengarkan jika Indonesia masih berdaulat hingga disuarakan kembali di PBB.

“Peran Radio YBJ-6 ikut berkontribusi besar dalam menyampaikan informasi kepada dunia International bahwa Republik Indonesia masih ada, ditandai berjalannya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI),” ucapnya.

BACA JUGA  Tanah Datar Terima Hibah Lampu Jalan dari LPP BIFBWD

Bupati Eka Putra menambahkan pada masa itu Dikomandoi Mayor DS. Ardiwinata Radio YBJ-6 harus dibawa dari Bukittinggi menuju Halaban untuk menghindari kejaran tentara Belanda.

Yang pada akhirnya Radio YBJ-6 diinapkan selama tiga bulan dirumah Inyiak Soma di Lareh Aia Nagari Lubuak Jantan Kecamatan Lintau Buo Utara, dari sanalah Radio YBJ-6 kembali mengudara yang membuktikan Indonesia masih ada.

Dari itu, dikatakan Bupati Eka Putra bahwa Tanah Datar memiliki historis yang harus dijaga disamping kekayaan budaya maupun seni yang bisa dikemas untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Tanah Datar.

Bupati Eka Putra juga sampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Marsekal Pertama TNI AU Bastari yang turut didampingi Kasudisbintalid Disbintalidau Kolonel Joko Tri Cahyono dan Kasubdisbinroh Disbintalidau Kolonel Muttaqin, S.Ag, M.Ag dan beberapa pejabat TNI AU lainnya itu ke Tanah Datar. Rel

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakLKBH PGRI Tanah Datar Sosialisasikan Paralegal
Artikulli tjetërKaryawan Rutan Kelas II B Painan Dapatkan Vaksinasi Booster