Ramadhan 1447 H, Adab Membaca Al Qur’an

Adab Membaca Al Qur’an

oleh : H. Hadi Sulman, Penyuluh Agama Islam Madya (PAIF) Kantor Kemenag Kabupaten Solok

Membaca Al Qur’an adalah ibadah bagi umat muslim apabila dilakukan dengan sungguh dan sesuai tuntunan. Dalam membaca kitab suci ini ada adab yang harus diperhatikan, mulai dari menyucikan diri dari hadas besar maupun hadas kecil, karena mushaf Al-Quran tidak boleh disentuh kecuali bagi orang-orang yang suci.

Sebelum membaca Al Qur’an sebaiknya membersihkan mulut dengan menggosok gigi atau bersiwak. Kemudian mengambil posisi menghadap kiblat dan mushaf Al Qur’an dipegang atau ditarok di tempat yang bersih dan terjaga / meja.

Memulai dengan doa, membaca ta’awwudz (doa berlindung kepada Allah dari gangguan setan). Firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surat An Nahl ayat 98 yang artinya :
“Maka apabila kamu membaca al-Qur’an, berlindunglah kepada Allah dari syaithan yang terkutuk.” (QS.An-Nahl: 98)

Awali membaca Al Qur’an dengan niat ikhlas atau meluruskan niat karena Allah semata. Ini merupakan adab paling penting karena suatu amal selalu terkait dengan niat. Siapa saja yg membaca atau menghafal Al-Qur’an karen riya maka ia tak mendapat pahala.

Menghadirkan hati (konsentrasi penuh). Menghalau bisikan syetan dan kata hati, tidak sibuk dengan memain-mainkan tangan atau menoleh ke kanan dan ke kiri.

Saat membaca Al Qur’an hendaklah mentadabburi (merenungi) dan memahami apa yang dibaca. Berusaha agar khusyu’ atau tersentuh dengan bacaan. Jika mampu menangis itu lebih baik.

Memperindah suara ketika membaca Al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah termasuk golongan kami orang yang tidak bersenandung dengan Al-Qur’an (melantunkannya dengan bagus).” (HR Al-Bukhari)

Membaca dengan mushaf. Imam an-Nawawi mengatakan, bila membaca menggunakan mushaf dapat menambah kekhusyukan. Mushaf tidak diletakkan di tanah atau lantai. Tidak boleh menyentuhnya kecuali dalam keadaan suci. Membaca di tempat suci seperti di masjid/mushalla dan rumah atau tempat yang dianggap bersih lainnya.

BACA JUGA  13 Ribu Lebih Masyarakat Tanah Datar jadi Penghafal Al Qur'an

Tingkatan Membaca Al Qur’an
Terdapat 4 tingkatan atau bacaan Al-Qur’an dari segi cepat atau perlahan, yakni At-Tahqiq: Bacaannya seperti tartil cuma lebih lambat dan perlahan, seperti membetulkan bacaan huruf dan makhrajnya, menepatkan kadar bacaan mad dan dengung. Tingkatan ini biasanya bagi mereka yang baru belajar membaca Al-Qur’an supaya dapat melatih lidah menyebut huruf dan sifat huruf dengan tepat.

Kedua, At-Tartil: Bacaan yang perlahan-lahan, tenang dan melafazkan setiap huruf daripada makhrajnya yang tepat serta menurut hukum-hukum bacaan Tajwid dengan sempurna, merenungi maknanya, hukum dan pengajaran daripada ayat. Tingkatan ini biasanya bagi mereka yang sudah mengenal makhroj huruf, dan hukum-hukum tajwid.

Ketiga At-Tadwir: Bacaan pertengahan antara tingkatan bacaan Tartil dan Hadar, serta memelihara hukum-hukum Tajwid. Tingkatan ini biasanya sering dibaca para imam-imam di Masjid seperti Al-Haram, Nabawi, atau Istiqlal.

Terakhir, Al-Hadar: Bacaan cepat namun tetap memelihara hukum-hukum bacaan Tajwid. Tingkatan ini biasanya bagi mereka yang telah menghafal Al-Qur’an, supaya dapat mengulang bacaannya dalam waktu yang singkat. adab adab adab

Semoga dengan memperbanyak membaca Al Qur’an dibulan Ramadhan ini dapat meningkatkan keimanan kita menuju ketaqwaan.

Baca Juga :

Facebook Comments

Google News