Batusangkar, Suhanews.co.id – Wakil Bupati (Wabup) Richi Aprian menegaskan Pemerintah Daerah (Pemda) harus meningkatkan Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak dengan maksimal di Tanah Datar.
“Tanah Datar telah meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) 4 kali berturut-turut kategori Madya. Itu menjadi tolak ukur jajaran pemerintah untuk meningkatkan kinerja sehingga prestasi lebih tinggi, mewujudkan Nagari, Kecamatan dan Kabupaten layak anak dapat dicapai,” kata Richi saat Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor terkait Penanganan serta Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, terselenggara di aula Kantor Bupati, Senin (13/6/2022).
Diungkapkan Richi, selepas kategori Madya, ada kategori lanjutan KLA yakni Nindya dan Utama yang bukan hal mustahil untuk dicapai dan diwujudkan.
“Mencapai itu, jalin terus sinergitas antara Nagari hingga Kecamatan dalam menangani dan mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, tahun ini capaian Tanah Datar harus lebih baik lagi, ini menjadi tugas kita semua,” ujarnya.
Ia juga berharap seluruh stakeholder berupaya membentuk forum anak yang merupakan wadah untuk memenuhi hak partisipasi anak.
“Forum anak merupakan salah satu mata rantai kegiatan besar untuk mewujudkan kesejahteraan dan perlindungan anak dalam bentuk fasilitasi bagi anak-anak di Nagari, Kecamatan hingga Kabupaten Tanah Datar,” harap Richi.
Dikatakan Richi lagi, perilaku menyimpang dilakukan anak, bisa disebabkan berbagai faktor yang harus disikapi secara bijak, dengan mengedepankan penyelesaian secara restorative justice.
“Ketika menghadapi kasus penyimpangan sosial yang dilakukan oleh anak. Kedepankan komunikasi, sikapi dengan bijak. Semoga apa yang terus diupayakan, menjadikan Kabupaten Tanah Datar aman bagi anak-anak,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB provinsi Sumatera Barat diwakili Kabid Pemenuhan Hak Anak Sumarni berharap, tahun 2023 seluruh Nagari dan Kecamatan di Tanah Datar telah menjadi Nagari Layak Anak (Nalana) dan Kecamatan Layak Anak (Kelana) untuk mendukung terwujudnya Indonesia Layak Anak (Idola).
“Melalui rakor ini memberikan motivasi bagi seluruh stakeholder untuk mewujudkan KLA di Tanah Datar. Untuk itu, dibutuhkan kerja aktif semua pihak,” ujar Sumarni.
Kepala Dinas Sosial PPPA Tanah Datar Afrizon mengatakan, tujuan Rakor tersebut, untul meningkatkan sinergitas seluruh Organisasi Perangkat Daerah, Kecamatan dan Nagari dalam penanganan serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Kita berharap peserta dapat memahami tentang pemenuhan hak dan perlindungan anak. Rakor juga menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, dan yang didapat segera disosialisasikan di lingkungan kerja masing-masing,” ujarnya. (dajim)
Berita Terkait :



Facebook Comments