Salat Idul Adha di Tanah Datar Boleh di Masjid/Musala atau di Lapangan

idul
Tanah Datar, SuhaNews – Idul Adha jatuh pada Selasa 20 Juli 2021. Masyarakat Tanah Datar boleh melaksanakan Shalat di masjid/masala dan lapangan. 

“Kebijakan ini sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Sumbar Nomor 16/ED/GSB-2021 tentang Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Sumbar dan Maklumat, Taujihat dan Taushiyah MUI Sumbar Nomor 003/MUI-SB/VII/2021 tanggal 12 Juli 2021,” ujar Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Datar, Afrizon Senin (19/7/2021).

Ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi oleh masyarakat dan penyelengara Shalat Idul Adha, jelas Afrizon,di antaranya, pelaksanaan Idul Adha harus menerapkan protokol kesehatan yang diperketat.

Baca juga: PPKM Darurat, Khutbah Idul Adha Maksimal 15 Menit Saja

Pelaksanaan shalat dan khutbah ditunaikan secara iqtishad (sederhana) dengan membaca ayat-ayat pendek serta meringkaskan khutbah, agar masyarakat tidak berlama-lama di lokasi shalat.

Selain itu, sebut Afrizon, kepada pengurus masjid, mushala/surau ataupun panitia penyelenggara hari raya agar membentuk tim/relawan yang bertugas untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19, serta menyediakan masker sebagai antisipasi jika ada jamaah yang terlupa membawa masker.

“Masyarakat juga diharapkan sholat Idul Adha di lingkungan sendiri, sehingga tidak berbaur dengan masyarakat luar atau orang yang tidak saling mengenal,” katanya yang dikutip dari siaran pers Bagian Humas Pemkab Tanah Datar.

Perihal pembagian daging kurban yang dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan, Afrizon menyampaikan panitia diharapkan dapat membagikan dengan mengantarkan langsung daging tersebut kepada penerima, namun jika tidak memungkinkan pembagian daging dapat dilakukan dengan pembagian jadwal sehingga masyarakat dapat datang secara bergantian.

MUI Sumbar juga menghimbau umat Islam agar ber-Idul Adha dengan kesederhanaan dan menghindari pemborosan. Masyarakat mengutamakan untuk membelanjakan harta pada hal-hal berdampak kepada bergeraknya roda perekonomian masyarakat bawah serta lebih menonjolkan gerakan ekonomi kemandirian dalam bingkai keummatan dan kebangsaan. (*)

BACA JUGA  Pemkab Pesisir Selatan Laksanakan Vaksinasi Covid-19 Perdana

Baca juga: Bupati Solok: Boleh Salat Idul Adha 1442 H di Masjid/Musala, Patuhi Prokes

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaDiduga Dilarikan Sang Dukun, Mahasiswa UNP Hilang Saat Pergi KKN
Artikel berikutnyaKhutbah Arafah Hari Ini, Berikut Link Siaran Langsungnya Pukul 16.30 WIB