Pariaman, SuhaNews – SDN 23 Balai Naras, Kota Pariaman peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat, 14 Oktober 2022 di Aula Sekolah.
“Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai wujud rasa cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW,” ujar Novi Yarmanetti, M.Pd., Kepala SDN 23 Balai Naras.
Baca juga: Peringatan Maulid Nabi Di MTsN 7 50 Kota, Zakaria Sampaikan Tausiah
Peringatan yang mengangkat tema, Dengan Bersholawat Mari Tumbuhkan Kecintaan Kepada Rasulullah. Kegiatan ini, diikuti oleh seluruh dewan guru dan siswa-siswi SDN 23 Balai Naras, juga dihadiri oleh Komite sekolah Bapak Edison TRD, S.H.
Kegiatan diawali pembacaan ayat suci Al-Quran, oleh Ainatul Husna dan Saritilawah oleh Safinatul Falah.
Kepala SDN 23 Balai Naras, Novi Yarmanetti menyampaikan bahwa kita wajib merayakan maulid nabi sebagai bentuk rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
Sebagaimana yang tercantum dalam Alquran Surat Al Ahzab ayat 21 Laqod kana lakum fi rasulillahi uswatun hasanah yang artinya sesungguhnya pada diri Rasurullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu.
“Marilah kita ikuti dan meriahkan acara ini sebagai bentuk rasa cinta kita, rasa rindu kita kepada nabi kita,” ajak Novi Yarmanetti.
Sementara Ketua Komite SDN 23 Balai Naras, Edison TRD menyampaikan bahwa peringatan maulid ini dilaksanakan atas dasar cinta. Orang yang cinta Rasulullah akan selalu menyebut nama Rasulullah dengan bersholawat. Salawat ini akan menjadi safaat bagi kita nanti.
“Mencontoh orang yang dicintai, yaitu mencontoh Akhlakul karimah Rasulullah. Menjaga dan mempertahankan warisan yang ditinggalkan oleh Rasulullah, yaitu Alquran, dengan selalu membaca dan mengamalkannya,” ujar Edison TRD.
Mau’idhoh Hasanah diisi oleh Ustad Delfiadi. Ia mengupas bahwa peringatan Maulid Nabi adalah bentuk menghormati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
“Orang yang mencintai nabi, kelak akan bersama dengan Nabi Muhammad SAW di surga-Nya Allah SWT. Nabi Muhammad SAW. diutus ke dunia tujuannya adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia,” jelas Ustad Delfiadi.
Zaman dahulu, sebelum Nabi Muhammad SAW datang, jelas Ustad Delfiadi, dikenal dengan zaman Jahiliah. Orang-orang belum mengenal tata krama, sopan santun, dan tidak punya adab.
“Rasulullah mengangkat derajat manusia dengan orang-orang yang punya tata krama, sopan santun, dan memiliki adab,” tambahnya.
Orang yang tidak punya tata krama, sopan santun, dan tidak tau adab dinisbahkan seperti orang bakhil, yang jauh dari Allah, jauh dari Rasulullah, jauh dari manusia, dekat dengan neraka.
“Sebaliknya orang dermawan akan dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga,” tambah Ustad Delfiadi. (Nov/Wewe)
Baca juga: SMPN 2 Ampek Nagari Peringati Maulid Nabi di Masjid Babussalam Bawan



Facebook Comments