Serahkan Beras, Bupati Solok Ingatkan Masyarakat Jujur dalam Mencegah Vovid-19

250
beras
Ketua PMI Hj. Desnadefi Gusmal serahkan beras bantuan untuk Saniangbaka
Solok, SuhaNews – Kejujuran warga sangat dibutuhkan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Ketidakjujuran bisa berakibat fatal bagi warga lainnya. Karena kalau ada keluarga yang terindikasi covid-19, keluarga harus secara jujur menjelaskan perjalanan yang bersangkutan.

“Kejujuran menjadi salah satu upaya untuk memutus mata rantai covid-19,” ujar Bupati Solok, H. Gusmal saat menyerahkan beras bantuan untuk 826 KK warga Saniangbaka, Kacamatan X Koto Singkarak, Minggu (17/5/2020) di Kantor Wali Nagari Saniangbaka.

Dalam kesempatan ini, Bupati Solok H. Gusmal didampingi, Ketua PMI Desnadefi Gusmal, Assiten II Medison, Staf Ahli Bupati Abdul Manan, Kadis Koperindag Eva Nasri, Kadis Perikanan Admaizon, Kabag Pemerintahan Syahrial, Kabag Humas Syofiar Syam, dan Camat X Koto Singkarak Sujanto Amrita.

Bupati Solok, H. Gusmal mengungkapkan bagaimana puluhan  ASN di lingkungan Pemkab Solok yang saat ini sedang diisolasi dan diambil swabnya karena ketidakjujuran keluarga, dalam menjelaskan kodisi perjalanan pasien yang ternyata terpapar covid-19.

“Saat ini ada 31 tenaga kesehatan yang menjalani isolasi mandiri” jelas Gusmal.

Banyaknya,yang harus menjalani isolasi mandiri, jelas Gusmal, karena pasien positif covid-19, yang meninggal dunia tersebut tidak diselenggarakan dengan protokol kesehatan covid-19, sehingga yang merawat, menyelenggarakan, hingga yang melayat diminta untuk melakukan karantina mandiri, sambil menunggu hasil swab.

“Pada masa PSBB ini diharapkan masyarakat di rumah saja,” jelas Bupati Gusmal.

Diakui Gusmal, PSBB ini menyebabkan ekonomi menurun karena berbagai pembatasan aktivitas. Karena itulah pemerintah memberikab bantuan beras dan BLT (bantuan langsung tunai) kepada warga terdampak covid.

“Sekitar 70 persen masyarakat Kabupaten Solok menerima bantuan dari pemerintah,” jelas Gusmal.
Pasien positif  corona di Kabupaten Solok sudah jebol, jelas Gusmal. Saat ini ada pasien positif di Selatan, Tengah dan Uatara Kabupaten Solok. Karena itulah dibutuhkan komitmen semua untuk memutus mata rantai covid-19.  Wewe

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...