Tangis Pilu Amak Penjual “Mangkuak” di Pakan Kamih

Solok, SuhaNews. Walau sudah diumumkan jauh-jauh hari tentang penutupan Pakan Kamih Salayo kec. Kubung Kab. Solok, masih banyak pedagang yang datang pada Kamis (23/4). Hingga pemerintah nagari Salayo membubarkan aktivitas pasar, salah satu penjual Mangkuak terlihat menangis.

Kami indak  tau kalau pasa ko ditutuik pak. Ko lah rugi se awak, kamaa ka dibao lai ko. Nan kami jua galeh urang nyo pak. Rp. 200 untuangnyo ciek godok ko nyo,” kata Marni (62) pedagang kue tradisional asal Muara Panas dengan tangis terisak.

Tak hanya Marni, puluhan pedagang lainnya yang telah talonsong datang kembali menutup dagangannya setelah petugas dan aparat nagari Salayo berkeliling pasar menyampaikan penutupan pasar ini.

Berita Terkait : PSBB, Pakan Kamih Salayo Berhenti Operasi

Atas kondisi tersebut, Wali Nagari Salayo, memberikan peluang kepada para pedagang kue tradisional tersebut untuk tetap berjualan sampai jam 11.00 siang.

“Kami kasih toleransi sampai jam 11.00 WIB. Setelah itu, ibu harus pulang,” kata Ronal.

Wali nagari Salayo Ronal Reagent, ST bersama aparat nagari dan sejumlah anggota Linmas terlihat aktif mengajak para pedagang untuk menutup dagangannya dan tidak lagi berjualan selama masa penutupan sementara pasar tersebut.

angis

Ronal menyebutkan, meski sebelumnya sudah ada pemberitahuan, namun sejumlah pedagang masih tetap menggelar dagangannya sejak sekira pukul 06.00 pagi.

” Kami terpaksa membubarkan pedagang yang masih membandel dengan imbauan kami. Karena sebelumnya, kami telah sepakat untuk menutup sementara waktu aktifitas jual beli di pasar ini dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19,” ujar Ronal Reagent.

editor Moentjak sumber : Beritanda1.com

Baca Juga :

Facebook Comments

BACA JUGA  Lagi, Warga Kota Solok Ditangkap Miliki Narkoba di Salayo

Google News