Tingkatkan Panen, Wali Kota Sawahlunto Bantu Petani Jagung

wali
Sawahlunto, SuhaNews – Wali Kota Sawahlunto Deri Asta menghadiri panen jagung di di Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto,Kamis 19 Mei 2022. 

Dalam kesempatan itu, Walikota mengatakan bahwa Pemko akan memberikan bantuan bibit, meminjamkan alat mesin pertanian (alsintan), pupuk bersubsidi dan pendampingan dari penyuluh pertanian kepada petani jagung.

Baca juga: Tanam Ganja di Kebun Jagung, Petani 34 Tahun Diciduk Polres Pasaman Barat

“Kita berupaya membantu bagaimana modal yang dibutuhkan bisa menjadi lebih minimal, sehingga dengan modal yang lebih sedikit keuntungan bisa lebih besar,” ujar Wali Kota Sawahlunto Deri Asta, Kamis 19 Mei 2022 saat panen jagung di Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi.

Pertanian jagung masih terbuka lebar di Sawahlunto, sebab untuk kebutuhan jagung dalam Kota Sawahlunto saat ini belum mampu dipenuhi oleh produksi jagung petani lokal sehingga diiisi oleh jagung dari Kabupaten tetangga seperti Tanah Datar.

“Komitmen kita untuk melakukan peningkatan mendukung dan membantu sektor pertanian jagung ini, yang menjadi bagian menumbuhkan ekonomi produktif masyarakat. Melalui Dinas terkait kita lebih intensif mengawal pertanian jagung ini,” ujar Wali Kota.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Heni Purwaningsih mengatakan untuk bibit jagung yang dibantu yakni varietas NK 212, bagi Desa Batu Tanjung telah diberikan sebanyak 225 Kg untuk luasan 15 hektar di tahun 2021.

“Untuk Alsintan bagi petani jagung di Desa Batu Tanjung ini, kita pinjamkan kepada kelompok tani, kemudian digunakan secara bergantian. Alsintan ini ada yang untuk mengolah tanah sampai mengolah hasil panen jagungnya,” kata Heni.

Kepala Desa Batu Tanjung Marwan mengatakan bahwa kelompok tani yang menanam jagung adalah Kelompok Tani Usaha Mandiri dan Kelompok Tani Saiyo Sakato.

BACA JUGA  Raih Prestasi, Kafilah MTQ Sawahlunto Terima Bonus

“Saat ini tingkat produktivitas atau hasil panen itu mencapai 7,8 ton/hektar dengan masa panen yakni empat bulan. Dengan harga jagung pipilan di tingkat petani sekarang di kisaran Rp5.200,-/Kg,” ujar Marwan.

Di Batu Tanjung, kata Marwan, telah ditanam jagung dengan luas dua hektar, sementara luas yang sedang dipanen sekarang adalah 0,25 hektar.

“K ita menggencarkan menanam jagung itu di lingkungan/halaman rumah masing-masing, bukan di ladang atau di kebun yang jauh. Keuntungannya jagung itu lebih diperhatikan dan lebih dirawat karena selalu terlihat dari rumah,” kata Marwan. (Hum/Wewe)

Baca juga: Tahun 2021: Produksi Padi Turun, Jagung Naik di Agam

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakSelamatan Danau Maninjau, Pemkab Agam Ikuti Rapat Bersama OPD Provinsi
Artikulli tjetërLiga Inggris: Chelsea Vs Leicester Berakhir Imbang 1-1